Menembus Jalan Rusak Pelosok NTT, Polsek Kuwus Salurkan Bantuan bagi Lansia Korban Kebakaran
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Kepedulian kemanusiaan melampaui sulitnya akses geografis. Hal inilah yang ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kuwus demi meringankan beban Margaretha Alus (65), seorang janda lansia di Kampung Rejing, Desa Compang Kules, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Polsek Kuwus bergerak cepat menyalurkan paket bantuan kemanusiaan pada Selasa (16/6/2026). Langkah sosial ini bertepatan dengan momentum menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema "80 Tahun Mengabdi untuk Masyarakat".
Sebelumnya, rumah semi permanen milik Margaretha ludes dilalap si jago merah tanpa sisa pada Minggu (14/6/2026) sore, saat korban sedang tidak berada di rumah.
Perjuangan Ekstrem Menembus Pelosok
Perjalanan mengantar bantuan menuju Kampung Rejing menuntut perjuangan fisik yang tidak mudah dari para personel kepolisian. Menggunakan lima unit kendaraan dinas, rombongan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kuwus, IPDA Arsilinus Lentar, harus berjibaku melintasi jalan tanah berbatu yang rusak parah di beberapa titik perkampungan.
Namun, tantangan infrastruktur khas pelosok NTT tersebut tidak menyurutkan langkah aparat untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang sedang berduka.
"Kami menyadari akses menuju lokasi memang sangat menantang karena infrastruktur jalan yang rusak berat. Namun, demi misi kemanusiaan dan tanggung jawab moral, hambatan geografis itu tidak boleh menjadi halangan untuk menolong sesama," ujar IPDA Arsi saat dikonfirmasi pada Jumat (19/6/2026) malam.
IPDA Arsi menegaskan, aksi ini merupakan wujud nyata dari komitmen Polri untuk tidak sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga menjadi pelindung dan penolong di masa-masa sulit.
"Pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya secara konkret oleh masyarakat yang paling membutuhkan," tambahnya.
Logistik Komprehensif dan Trauma Healing
Dalam kunjungan tersebut, Polsek Kuwus menyerahkan paket bantuan komprehensif untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari korban pascabencana. Bantuan yang disalurkan meliputi bahan pangan pokok seperti mi instan dan gula pasir, pakaian layak pakai, perlengkapan dapur (panci, peralatan makan), serta peralatan sanitasi harian.
Tak hanya bantuan fisik, kepolisian juga menaruh perhatian pada kondisi psikologis korban yang terguncang akibat kehilangan seluruh harta bendanya.
"Selain bantuan fisik untuk menyambung hidup, kami juga berupaya memberikan dukungan psikologis (trauma healing) guna menguatkan moril Ibu Margaretha agar tetap tabah menghadapi cobaan berat ini," urai Kapolsek Kuwus.
Kehadiran korps berbaju cokelat ini mendatangkan keharuan mendalam bagi Margaretha Alus. Dengan mata berkaca-kaca, petani lansia ini menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepedulian yang ia terima.
"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolsek dan seluruh anggota yang sudi datang jauh-jauh ke kampung terpencil kami ini. Kehilangan rumah adalah cobaan yang sangat berat, tetapi kehadiran bapak-bapak polisi hari ini memberi saya kekuatan baru untuk kembali bangkit," tutur Margaretha dengan suara bergetar menahan tangis.
Kronologi Kebakaran dan Kerugian Ratusan Juta
Musibah kebakaran yang menimpa Margaretha terjadi pada Minggu (14/6/2026) sore sekitar pukul 15.00 Wita. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena korban sedang menghadiri acara adat berupa pesta sekolah (pengumpulan dana) di lokasi lain.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kobaran api dengan cepat merambat dan melahap seluruh struktur bangunan yang didominasi oleh material kayu dan bambu.
Saksi pertama, Antonius Arifin Ali (31), bersama saksi kedua, Mateldis Hayon (25), menuturkan bahwa mereka baru menyadari adanya kebakaran ketika kobaran api sudah membesar. Karena keterbatasan alat pemadam dan material rumah yang sangat mudah terbakar, upaya pemadaman secara mandiri oleh warga sekitar tidak berjalan maksimal.
Merespons laporan masyarakat via pesan singkat WhatsApp, aparat kepolisian dari Polsek Kuwus bersama personel TNI dari Babinsa Koramil 1630-03/Macang Pacar langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 15.30 Wita untuk melakukan penanganan awal serta pengamanan area.
Meski tidak ada korban jiwa atau luka dalam peristiwa nahas ini, kerugian materil ditaksir mencapai Rp300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah). Selain bangunan fisik rumah yang lumat tak bersisa, amukan si jago merah juga menghanguskan:
Uang tunai sebesar Rp15.000.000,- (lima belas juta rupiah).
Dokumen penting keluarga, termasuk Akta Kelahiran serta Ijazah pendidikan dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga Ijazah Sarjana (S-1) PGSD milik anggota keluarga korban.
Hasil komoditas pertanian siap jual, meliputi sekitar 150 kg beras (3 karung), 5 karung besar padi, serta cengkeh kering seberat kurang lebih 200 kg.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut melalui Unit Reskrim Polsek Kuwus.
"Penyebab pasti kebakaran saat ini masih diselidiki. Hingga kini, belum ada saksi yang melihat secara pasti titik awal munculnya api maupun penyebab utama peristiwa tersebut," terang IPDA Arsi.
Kendati demikian, aparat telah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dari para saksi di lokasi kejadian, serta terus memantau situasi keamanan pasca-peristiwa guna memastikan kondisi di Kampung Rejing tetap kondusif.**#
Humas Polres Manggarai Barat

