Redam Polarisasi Pilkades 2026, Polsek Kuwus dan Gereja Katolik Ranggu Perkuat Sinergi
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Guna mengantisipasi kerawanan sosial menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada September 2026 mendatang, Kepolisian Sektor (Polsek) Kuwus memperkuat barisan pengamanan lewat pendekatan humanis. Polsek Kuwus menggandeng tokoh lintas agama dalam program Cooling System demi meredam potensi polarisasi politik di tingkat tapak.
Langkah preventif tersebut diwujudkan melalui kegiatan sambang tokoh agama dan sosialisasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kuwus, IPTU Arsilinus Lentar. Sosialisasi ini digelar di Gereja Katolik Tri Tunggal Maha Kudus Ranggu, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, NTT, Minggu pagi (7/6/2026).
Kehadiran Kapolsek Kuwus, yang didampingi oleh Ps. Kanit Reskrim Polsek Kuwus AIPTU Priyo Nusantoro, disambut hangat oleh Pastor Paroki Ranggu, RD. Lourensius Saya, jajaran Dewan Paroki, para ketua wilayah, serta ratusan umat Katolik yang tengah mengikuti ibadah mingguan.
Menjaga Persaudaraan di Tengah Perbedaan
Dalam arahannya di hadapan jemaat, Kapolsek Kuwus IPTU Arsilinus Lentar menekankan pentingnya kedewasaan berpolitik dalam kontestasi lokal. Menurutnya, pemilihan tingkat desa sangat rentan memicu gesekan sosial karena bersentuhan langsung dengan hubungan kekerabatan sehari-hari.
"Pilihan politik boleh saja berbeda, namun rasa persaudaraan dan silaturahmi sebagai sesama warga harus tetap menjadi yang utama," ujar IPTU Arsilinus dalam imbauannya di hadapan umat.
"Jangan biarkan perbedaan pilihan dalam Pilkades merusak kerukunan sosial yang telah kita bina bersama selama ini," sambungnya.
Ia juga menyerukan kepada seluruh calon kepala desa beserta para simpatisannya untuk bersikap ksatria dan menghindari segala bentuk provokasi yang dapat memicu anarki di tengah masyarakat.
"Kami meminta seluruh keluarga besar para calon kepala desa agar tetap menjaga keamanan di lingkungan masing-masing," ucap Perwira pertama itu.
Edukasi Digital dan Tolak Politik Uang
Selain isu kerukunan fisik, IPTU Arsilinus menyoroti tajamnya potensi konflik di ruang digital. Kampanye hitam dan penyebaran berita bohong (hoax) kerap memanaskan tensi politik menjelang hari pemungutan suara.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. Ingat semboyan kita: saring sebelum sharing. Hindari kampanye hitam," tegas Kapolsek.
"Jika menemukan informasi yang meragukan atau berpotensi memicu konflik, segera laporkan ke Polsek Kuwus agar bisa kami tindak lanjuti dengan cepat," tambahnya.
Tak hanya itu, IPTU Arsilinus memberikan edukasi hukum mengenai dampak destruktif dari politik uang (money politic). Ia mendorong jemaat untuk menjadi pemilih yang cerdas dengan melihat visi, misi, dan integritas kandidat, bukan karena iming-iming materi sesaat.
"Politik uang adalah pelanggaran hukum yang mencederai nilai-nilai demokrasi. Mari kita pilih pemimpin desa berdasarkan visi, misi, rekam jejak, serta integritasnya demi masa depan desa kita yang lebih baik," jelasnya.
Menutup arahannya, Kapolsek Kuwus menegaskan komitmen netralitas aparat keamanan serta seluruh perangkat pendukung pemilu dalam pesta demokrasi ini.
"Netralitas adalah harga mati bagi kami di TNI-Polri, begitu pula bagi perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Panitia penyelenggara Pilkades juga dituntut bekerja profesional, jujur, adil, dan transparan," ungkapnya secara lugas.
Dukungan Penuh Otoritas Gereja
Langkah proaktif jajaran Polsek Kuwus ini mendapat apresiasi tinggi dari otoritas Gereja Katolik setempat. Pastor Paroki Ranggu, RD. Lourensius Saya, menyambut baik inisiatif kepolisian yang dinilai cepat tanggap membaca situasi sosial masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, RD. Lourensius langsung memberikan pesan gembala kepada seluruh umat Paroki Ranggu untuk mengimplementasikan imbauan kepolisian tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya mengajak seluruh umat Paroki Ranggu untuk menghormati setiap perbedaan pilihan politik selama proses Pilkades ini berlangsung. Mari kita aktif menjaga situasi agar tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga pesta demokrasi ini dapat berjalan dengan lancar dan damai," pesan RD. Lourensius.
Ia juga mengajak umatnya untuk mengawal seluruh rangkaian tahapan politik ini dengan kekuatan doa.
"Mari kita bersama-sama mendoakan agar wilayah Paroki Ranggu senantiasa diliputi oleh kedamaian, kesejukan, dan rasa saling mengasihi," tuturnya.
Sinergitas untuk Deteksi Dini
Pendekatan persuasif ke rumah ibadah ini terbukti efektif dalam mempererat kemitraan kepolisian dengan tokoh agama, sekaligus menjadi sarana deteksi dini untuk memetakan potensi kerawanan sosial di wilayah hukum Polsek Kuwus.
Sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL), Polsek Kuwus berkomitmen untuk terus mengintensifkan kegiatan sambang tokoh, patroli dialogis, dan sosialisasi Kamtibmas secara berkala di seluruh desa hingga hari pencoblosan pada September 2026 mendatang.
"Kita akan rutin melakukan sambang di setiap kampung maupun desa untuk melakukan patroli dialogis demi menjaga keamanan sebelum hingga sesudah proses Pilkades," pungkas IPTU Arsilinus.**#
Humas Polres Manggarai Barat

