Tegaskan Netralitas Harga Mati, Polres Mabar Sebar Personel Amankan 138 TPS Pilkades 2026

Tegaskan Netralitas Harga Mati, Polres Mabar Sebar Personel Amankan 138 TPS Pilkades 2026

Tribratanewsmanggaraibarat.com–Labuan Bajo - Polres Manggarai Barat menggelar Apel Pergeseran Pasukan (Serpas) untuk mengawal tahap pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026. Apel kesiapan tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Mako Polres Manggarai Barat, Labuan Bajo, Minggu (27/9/2026) sore.

Pengecekan akhir kesiapan personel, sarana, dan prasarana operasional dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., sebelum seluruh pasukan digeser secara resmi menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Langkah pengamanan terpadu ini disiagakan untuk mengawal pesta demokrasi tingkat desa yang mencakup 181 calon kepala desa di 64 desa, dengan persebaran titik pemungutan suara mencapai 138 TPS di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Barat," ujar AKBP Christian Kadang saat ditemui usai apel.

Kekuatan Gabungan 524 Personel Lintas Instansi

Guna mengantisipasi dinamika lapangan dan menjaga kelancaran pesta demokrasi desa, Polres Manggarai Barat mengerahkan total 524 personel gabungan dari unsur Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Daerah.

AKBP Christian merinci komposisi kekuatan pasukan yang diterjunkan dalam operasi pengamanan kali ini.

"Rincian personel pengamanan tersebut terdiri atas 87 personel Pengaman TPS, 29 personel Deteksi Dini dan Patroli, serta 12 personel Perwira Pengamat Wilayah (Pamatwil) dari internal Polres Manggarai Barat," ungkapnya.

Ia menambahkan, kekuatan internal Polres juga diperkuat oleh dukungan personel BKO dan unsur pertahanan daerah.

"Sementara itu, kita mendapatkan dukungan BKO sebanyak 50 personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT dan 70 personel TNI dari Kodim 1630/Manggarai Barat, serta didampingi 276 personel Satuan Linmas di tiap desa," tambahnya.

Instruksi Netralitas dan Pemetaan Kerawanan TPS

Di hadapan ratusan personel peserta apel, Perwira Menengah Polri tersebut menekankan pentingnya menjaga independensi dan profesionalisme seluruh jajaran di lapangan. Ia melarang keras keterlibatan atau bentuk dukungan terselubung kepada kandidat manapun.

"Saya tekankan kepada seluruh personel bahwa netralitas Polri adalah harga mati. Seluruh anggota dilarang keras menunjukkan keberpihakan atau mendukung salah satu calon kepala desa. Tugas utama kita adalah menjamin seluruh tahapan Pilkades berjalan aman, tertib, lancar, dan demokratis," tegas AKBP Christian.

Selain netralitas, Kapolres Mabar meminta jajarannya untuk segera memetakan karakteristik medan dan tidak meremehkan potensi dinamika di tingkat tapak.

"Jangan pernah menganggap remeh situasi di lapangan (underestimate). Kenali karakteristik wilayah TPS, petakan potensi kerawanan, dan tingkatkan kewaspadaan. Lakukan komunikasi dan sinergi yang harmonis dengan Panitia Pemilihan Desa, KPPS, Linmas, TNI, serta para tokoh masyarakat, agama, dan adat setempat," kata Kapolres.

Pendekatan Persuasif dan Ketentuan SOP Senjata Api

Terkait pola pengamanan dan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kepolisian mengedepankan tindakan persuasif. Namun, tindakan tegas berbasis regulasi tetap disiapkan apabila eskalasi situasi meningkat.

"Kedepankan pendekatan yang humanis dan dialogis. Namun, apabila terjadi tindakan anarkis yang mengancam keselamatan jiwa warga maupun mengganggu proses pemungutan suara, lakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP)," instruksinya.

Secara khusus, penggunaan senjata api oleh pasukan BKO Satbrimob Polda NTT dibatasi secara ketat di bawah kendali komando resmi.

"Penggunaan senjata api oleh BKO Brimob merupakan opsi paling akhir (last resort) dan wajib berada di bawah perintah resmi perwira penanggung jawab," jelas AKBP Christian.

Pengawalan Logistik dan Tahapan Pemungutan Suara

Perhatian pengamanan tidak hanya tertuju pada area TPS, melainkan juga mencakup seluruh jalur distribusi logistik krusial, terutama surat dan kotak suara.

"Pengawalan kotak dan surat suara hingga tiba di TPS adalah hal mutlak yang harus dipastikan keamanannya. Seluruh petugas wajib mengantisipasi segala bentuk potensi provokasi di lapangan," lugas Kapolres.

Berdasarkan jadwal operasional, pendistribusian logistik berlanjut pada Senin (28/9) pukul 07.00 WITA, diawali dengan Apel Pergeseran Kotak dan Surat Suara di Lapangan Kantor Bupati Manggarai Barat.

"Adapun tahap puncak pemungutan suara Pilkades Serentak 2026 dijadwalkan berlangsung pada Selasa (29/9) mendatang," pungkas AKBP Christian.**#