Jelang Pencoblosan Pilkades Serentak, Kapolres Mabar Serukan Tolak Politik Uang dan Jagalah Persaudaraan

Jelang Pencoblosan Pilkades Serentak, Kapolres Mabar Serukan Tolak Politik Uang dan Jagalah Persaudaraan

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Menjelang hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat.

‎Pimpinan kepolisian daerah tersebut menyoroti pentingnya menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), menolak secara tegas praktik politik uang, serta mengedepankan nilai persaudaraan di atas perbedaan pilihan politik demi kemajuan desa.

Minta Warga Jaga Kamtibmas dan Taati Hukum

‎Dalam imbauan tertulisnya, AKBP Christian mengajak seluruh warga desa untuk bahu-membahu menciptakan suasana yang tertib, aman, dan nyaman selama tahapan pencoblosan hingga penghitungan suara berlangsung. Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan di tingkat tapak menjadi fondasi utama pembangunan desa.

"Demi mewujudkan kemajuan desa, seluruh warga kami imbau untuk selalu menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Hal ini dapat dicapai dengan menciptakan lingkungan desa yang tertib, aman, serta nyaman untuk semua lapisan masyarakat," ujar AKBP Christian di Labuan Bajo, Senin (28/9/2026) sore.

‎Kapolres Mabar juga mengingatkan agar warga tidak tergiur melakukan aksi provokasi maupun tindakan kriminal yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga. Ia menegaskan pihak kepolisian tidak akan segan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum.

‎"Masyarakat diminta untuk menghindari dan tidak melakukan tindakan kriminal yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban desa. Penting untuk selalu diingat bahwa setiap pelanggaran hukum memiliki sanksi. Masa depan serta keluarga jauh lebih berharga daripada harus berurusan dengan hukum atau masuk penjara," tegasnya.

Benteng Desa dari Politik Uang, Hoaks, dan Ujaran Kebencian

‎Selain potensi gangguan fisik dan ketertiban, Perwira Menengah Polri ini menyoroti kerawanan substantif yang dapat merusak kualitas demokrasi desa, seperti penyebaran berita bohong (hoax), ujaran kebencian, hingga politik uang (money politics).

‎"Warga diharapkan tidak mudah percaya pada berita bohong dan provokasi demi mendukung terciptanya lingkungan desa yang tetap tertib dan nyaman," kata Kapolres.

‎Ia mendorong warga desa untuk memiliki keberanian moral dalam menolak segala bentuk kecurangan dan perpecahan selama proses Pilkades.

‎"Selama proses pemilihan umum, hendaknya masyarakat menghindari politik uang, ujaran kebencian, serta konflik, dengan cara menolak segala bentuk kecurangan dan tindakan yang berpotensi memecah belah persatuan," imbaunya.

Lapang Dada Menerima Hasil dan Utamakan Persatuan

‎Mengakhiri imbauannya, Kapolres Manggarai Barat mengingatkan bahwa Pilkades pada hakikatnya adalah pesta demokrasi warga untuk melahirkan pemimpin desa terbaik. Oleh karena itu, kompetisi politik tidak boleh merusak tatanan sosial dan ikatan kekeluargaan yang telah terbina lama di tengah masyarakat.

‎"Meskipun memiliki perbedaan pilihan politik, persaudaraan harus tetap diutamakan. Mari kita terus menjaga kerukunan, saling menghargai, dan tidak mudah terpecah belah," tuturnya.

‎Ia berharap para calon kepala desa beserta tim pemenangannya dapat menunjukkan kedewasaan berdemokrasi dengan memegang teguh komitmen siap menang dan siap kalah.

‎"Ketika proses telah selesai, hendaknya seluruh warga menghormati hasil pemilihan dengan menerima hasil tersebut secara lapang dada serta bersatu kembali demi kemajuan desa. Pada akhirnya, mari bersama-sama menjaga kerukunan demi kemajuan desa, karena persatuan merupakan kunci utama dalam membangun desa yang maju, sejahtera, dan harmonis," pungkas AKBP Christian.**#