Respon Cepat Padamkan Kebakaran Basecamp di Labuan Bajo, Polisi Kerahkan 2 Unit AWC
Tribratanewsmsnggaraibarat.com — Aksesibilitas dan sinergi cepat tim gabungan TNI-Polri, Pemerintah Daerah, serta swadaya masyarakat berhasil mengendalikan dan memadamkan kebakaran hebat yang melahap satu blok basecamp pekerja Hotel Kaliwatu serta tiga unit kios warga di Jalan Raimundus Rambu, RT 17/RW 003, Dusun Ketentang, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (29/10/2026) pagi.
Kebakaran yang menimpa bangunan semi-permanen tersebut meluas secara kilat sekira pukul 07.54 WITA. Berkat aksi sigap tim gabungan yang memobilisasi armada penyuplai air—mulai dari kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) hingga truk tangki swadaya warga—si jago merah berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 09.20 WITA tanpa menimbulkan korban jiwa.
Kronologi Kejadian: Angin Kencang dan Material Kayu Percepat Kobaran Api
Peristiwa tersebut bermula saat sebagian besar pekerja proyek pembangunan Hotel Kaliwatu (Filla Mas) telah berangkat menuju lokasi pekerjaan sekira pukul 07.20 WITA. Di area basecamp, hanya tersisa beberapa pekerja dan juru masak yang tengah menyiapkan hidangan di dapur umum.
Sekitar setengah jam kemudian, ledakan kepulan asap tebal dan berkas kobaran api pertama kali disadari oleh warga setempat. Ibu Enci, salah seorang saksi mata yang bermukim tepat di samping tempat kejadian perkara (TKP), mengaku gempar ketika mendengar teriakan histeris dari luar rumah.
"Saya sedang berada di dapur, tiba-tiba mendengar teriakan 'kebakaran!' dari luar. Begitu saya lari keluar rumah, api sudah membesar dan menjalar cepat di sisi kiri bangunan basecamp. Saya langsung lari ke jalanan untuk meminta bantuan warga sekitar," tutur Ibu Enci saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Embusan angin kencang khas wilayah pesisir yang bertiup di area tersebut, berpadu dengan konstruksi basecamp yang didominasi bahan kayu dan tripleks (combustible material), membuat kobaran api berkobar ganas. Dalam hitungan menit, api meratakan 20 kamar pekerja dan merembet melalap tiga unit kios milik warga setempat, yakni Bapak Theodorus Jemahan, Bapak Manto, dan Bapak Ten.
Para pekerja proyek yang mendengar kabar musibah tersebut berhamburan kembali ke lokasi untuk menyelamatkan barang dan memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kencangnya angin dan besarnya nyala api membuat upaya pemadaman manual tak berdaya.
Respons Cepat dan Mobilisasi Armada Taktis Pemadaman
Menerima informasi darurat dari masyarakat, personel gabungan dari Polres Manggarai Barat, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT, Pangkalan TNI AL (Lanal) Labuan Bajo, serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Manggarai Barat langsung meluncur ke lokasi (Quick Response).
Aksi pemadaman dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Manggarai Barat IPTU Yefri S. Apmalo, S.H., bersama Komandan Kompi (Danki) Batalyon B Pelopor Satbrimobda NTT IPTU Theodorus Boka, S.H., dan KBO Sat Pamobvit IPDA M. Syahriza Amiruddin, S.H.
"Begitu menerima laporan informasi kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan Satbrimob, TNI AL, dan Damkar untuk melakukan penanganan quick response. Fokus utama kami saat itu adalah melokalisasi area permukiman agar api tidak merambat lebih jauh," tegas Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K. saat dikonfirmasi pada Kamis siang.
Guna melumpuhkan amukan si jago merah, tim gabungan mengerahkan armada berkekuatan penuh. Sebanyak 8 unit armada penyuplai air diterjunkan ke titik api.
"Armada yang dikerahkan terdiri atas 1 unit Armoured Water Cannon (AWC) Polres Manggarai Barat, 1 unit AWC Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT, 2 unit pump truck Dinas Damkar Manggarai Barat, 1 unit mobil tangki air Lanal Labuan Bajo, serta 4 unit mobil tangki air swadaya masyarakat," paparnya.
Proses melokalisasi titik api berlangsung intensif hingga pukul 09.20 WITA sebelum dinyatakan padam total. Petugas kemudian melanjutkan dengan penyisiran cooling down (pendinginan) dan pembongkaran puing-puing guna memastikan tidak ada sisa bara api (hotspot) yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Kurang lebih satu jam, setelah berjuang keras membendung nyala api di tengah hembusan angin kencang, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan api secara total," sebut AKBP Christian.
Dampak Kemanusiaan dan Kerugian Materiel
Meski selamat dari jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka, insiden ini menelan kerugian materiel yang ditaksir mencapai Rp250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).
Sebanyak 100 orang pekerja proyek asal luar daerah dipastikan kehilangan tempat tinggal sementara beserta seluruh harta benda mereka. Dokumen-dokumen vital seperti KTP, SIM, STNK, BPKB, hingga pakaian harian habis dilalap api.
Selain bangunan basecamp dan 3 kios warga, api turut membumihanguskan 3 unit kendaraan roda dua milik pekerja, antara lain Yamaha Vega atas nama Yonsianus Lapas, Honda Karisma atas nama Doniants Hardin, dan Honda Supra X atas nama Felix Giliu.
"Sebagian besar barang-barang di dalam kamar ikut terbakar habis. Kerugian kurang lebih sekitar Rp250 juta. Beruntung, saat kejadian para penghuni berhasil menyelamatkan diri," tutur Kapolres Mabar.
"Fokus utama kami saat tiba di lokasi adalah penyelamatan jiwa dan melokalisasi api agar tidak merambat ke permukiman warga yang lebih luas. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Namun, kerugian materiel cukup besar karena mayoritas barang berharga milik sekitar 100 pekerja tidak sempat diselamatkan," tambahnya.
Penyelidikan Legal dan Tanggap Bencana Pascakebakaran
Seusai pendinginan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Manggarai Barat langsung mengamankan TKP dengan memasang garis polisi (police line) demi keperluan penyelidikan berbasis Scientific Crime Investigation.
Polisi saat ini sedang mendalami dugaan awal penyebab timbulnya api, yang disinyalir berasal dari aktivitas memasak di dapur umum basecamp atau potensi korsleting arus listrik.
"Kami sudah turun ke lokasi dan melakukan tindakan awal kepolisian. Sementara, penyebab pasti kebakaran masih didalami," terang Ajun komisaris besar polisi itu.
Di sisi lain, jajaran Kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat serta tempat penampungan sementara bagi 100 pekerja yang terdampak.
"Situasi pasca-kebakaran kini telah terkendali, dan Polres Manggarai Barat terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu pekerja yang terdampak serta memastikan keamanan di lokasi tetap kondusif," ucap AKBP Christian.
Sebagai langkah antisipasi, Pihak Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap bahaya kebakaran, mengingat cuaca kemarau dan angin kencang yang masih melanda wilayah Manggarai Barat.
"Kami meminta masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, melakukan pengecekan rutin terhadap instalasi listrik di rumah-rumah, dan memeriksa secara teratur kompor serta colokan listrik ketika meninggalkan rumah," tegas Pria kelahiran Toraja itu.
"Kami juga mengimbau keras kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, dan hindari membuang puntung rokok sembarangan. Yang terpenting, dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar semak belukar," pungkasnya.**#
Humas Polres Manggarai Barat

