H-1 Pencoblosan Pilkades Serentak Mabar, 50 Personel Brimob Polda NTT Disiagakan di Lembor dan Kuwus

H-1 Pencoblosan Pilkades Serentak Mabar, 50 Personel Brimob Polda NTT Disiagakan di Lembor dan Kuwus

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Sebanyak 50 personel Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dikerahkan sebagai pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat.

Pengerahan pasukan pemukul ini bertujuan untuk mengamankan puncak pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (29/9/2026).

Seluruh personel elite tersebut disebar dan ditempatkan secara taktis di dua wilayah kepolisian sektor, yakni Polsek Lembor dan Polsek Kuwus.

"Saat ini, mereka telah berada di Polsek Lembor dan Polsek Kuwus untuk membantu proses pengamanan Pilkades," ujar Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., saat dikonfirmasi pada Senin (28/9/2026) malam.

Penempatan Strategis untuk Quick Response

AKBP Christian menjelaskan bahwa penempatan personel BKO Brimob di Polsek Lembor dan Polsek Kuwus didasarkan pada pertimbangan geografis serta pemetaan potensi kerawanan wilayah. Kedua polsek tersebut dinilai memiliki posisi yang sangat strategis untuk menjangkau kecamatan-kecamatan di sekitarnya.

"Penempatan pasukan BKO di Polsek Lembor dan Kuwus ini dirancang agar anggota dapat melakukan respons cepat (quick response) apabila terjadi peningkatan eskalasi atau potensi konflik Pilkades di wilayah kecamatan sekitar," tegas Christian di Labuan Bajo.

Ia menambahkan, kehadiran pasukan Brimob di titik-titik krusial ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh tahapan, mulai dari pemungutan hingga penghitungan suara, berjalan secara kondusif.

"Kehadiran personel Brimob merupakan langkah preventif sekaligus penegakan hukum terpadu demi menjamin Pesta Demokrasi di tingkat desa berlangsung aman, tertib, dan damai," tambahnya.

Pengawalan Ketat 138 TPS dan 64 Desa

Operasi pengamanan terpadu ini disiagakan secara masif untuk mengawal jalannya pesta demokrasi tingkat desa yang melibatkan 181 calon kepala desa di 64 desa. Proses pemungutan suara nantinya akan tersebar di 138 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menjangkau hingga ke wilayah pelosok Kabupaten Manggarai Barat.

Menjelang hari pencoblosan, pihak kepolisian mengimbau seluruh lapisan masyarakat, para kontestan Pilkades, hingga tim simpatisan untuk bersatu menjaga stabilitas keamanan dan menghormati setiap tahapan proses demokrasi.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat dan calon kepala desa untuk mengedepankan persaudaraan. Siapapun yang terpilih nanti adalah putra-putri terbaik desa yang harus kita dukung bersama demi kemajuan desa," pungkas Kapolres Mabar.**#