Jelang HUT Ke 71, Satlantas Polres Mabar Redam Krisis Air Pascagempa dan Kemarau di Labuan Bajo

Jelang HUT Ke 71, Satlantas Polres Mabar Redam Krisis Air Pascagempa dan Kemarau di Labuan Bajo
Jelang HUT Ke 71, Satlantas Polres Mabar Redam Krisis Air Pascagempa dan Kemarau di Labuan Bajo
Jelang HUT Ke 71, Satlantas Polres Mabar Redam Krisis Air Pascagempa dan Kemarau di Labuan Bajo
Jelang HUT Ke 71, Satlantas Polres Mabar Redam Krisis Air Pascagempa dan Kemarau di Labuan Bajo
Jelang HUT Ke 71, Satlantas Polres Mabar Redam Krisis Air Pascagempa dan Kemarau di Labuan Bajo
Jelang HUT Ke 71, Satlantas Polres Mabar Redam Krisis Air Pascagempa dan Kemarau di Labuan Bajo
Jelang HUT Ke 71, Satlantas Polres Mabar Redam Krisis Air Pascagempa dan Kemarau di Labuan Bajo

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Manggarai Barat menyalurkan 10.000 liter air bersih bagi warga terdampak krisis air di Padang SMIP, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi kemanusiaan yang berlangsung pada Selasa (15/9/2026) ini digelar sebagai langkah tanggap darurat guna meringankan beban masyarakat yang terimpit dampak ganda bencana gempa bumi Flores dan musim kemarau panjang.

Perbukitan Tanpa Pipa: 50 KK Terisolasi Krisis Air

Kawasan perbukitan Padang SMIP menjadi salah satu titik paling krusial. Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut belum terjangkau jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Kondisi kian memprihatinkan lantaran mayoritas warga merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang mengandalkan mata pencaharian sebagai buruh harian dan pemecah batu manual.

Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, IPTU Nadhira Bella Shafira, S.Tr.K., menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tahun 2026 yang mengusung tema "Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri".

"Penyaluran bantuan ini menyasar sedikitnya 50 Kepala Keluarga yang bermukim di kawasan perbukitan tersebut. Kondisi warga kian memprihatinkan lantaran permukiman mereka belum terjangkau jaringan pipa PDAM," ujar IPTU Nadhira Bella Shafira saat dikonfirmasi di Labuan Bajo, Kamis (17/9/2026) pagi.

Ia menambahkan, mayoritas warga penerima manfaat harus berjuang ekstra di tengah keterbatasan ekonomi pascabencana.

"Mayoritas warga penerima manfaat merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang mengandalkan mata pencaharian sebagai pekerja serabutan dan pemecah batu manual. Bakti sosial ini adalah wujud nyata kehadiran dan pengabdian Polri di tengah masyarakat," tegas IPTU Nadhira.

Antusiasme Warga dan Sentuhan Kemanusiaan

Kedatangan dua unit armada truk tangki air berkapasitas total 10.000 liter itu disambut riuh antusiasme puluhan warga yang telah bersiaga sejak pagi hari.

Personel Satlantas berseragam lengkap dengan atribut khas kopel putih tampak sigap turun tangan membentangkan selang. Para petugas bahu-membahu membantu menyalurkan air ke berbagai wadah penampungan darurat milik warga, mulai dari drum plastik, ember, hingga jeriken.

Bantuan ini menjadi penawar dahaga yang sangat dinantikan masyarakat setempat. Maria (38), salah seorang ibu rumah tangga penerima bantuan, mengungkapkan rasa leganya setelah beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan harian keluarga.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak dan Ibu Polisi. Sudah beberapa hari ini kami kesulitan air, pipa tidak ada dan sumur kering. Bantuan air ini sangat berarti untuk kami pakai memasak, minum, dan mandi anak-anak," ungkap Maria penuh haru di lokasi pembagian air.

Edukasi Keselamatan dan Pemulihan Moril

Tidak sekadar mendistribusikan bantuan logistik air, jajaran Satlantas Polres Manggarai Barat juga memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan pendekatan persuasif serta memberikan penghiburan moril bagi warga terdampak bencana.

IPTU Nadhira menekankan bahwa kehadiran aparat kepolisian di lapangan ditujukan untuk memberikan dukungan moril sekaligus menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas.

"Kehadiran kami di sini bukan sekadar membagikan air, tetapi juga untuk berdialog serta memberikan motivasi moril pascabencana agar warga tetap bangkit dan semangat. Di sela-sela kegiatan, kami juga menyisipkan imbauan keselamatan berlalu lintas," pungkas IPTU Nadhira.

Melalui aksi nyata ini, kepolisian berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mempererat kemitraan dan memupuk kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi Polri selama masa pemulihan pascabencana di Manggarai Barat.**#