Respon Cepat Musibah Kebakaran di Wae Nakeng, Polisi Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Lansia 80 Tahun

Respon Cepat Musibah Kebakaran di Wae Nakeng, Polisi Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Lansia 80 Tahun
Respon Cepat Musibah Kebakaran di Wae Nakeng, Polisi Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Lansia 80 Tahun
Respon Cepat Musibah Kebakaran di Wae Nakeng, Polisi Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Lansia 80 Tahun
Respon Cepat Musibah Kebakaran di Wae Nakeng, Polisi Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Lansia 80 Tahun

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat menyalurkan bantuan kemanusiaan dan tali asih kepada Oma Helina Mija (80), seorang lansia yang menjadi korban musibah kebakaran rumah di Kampung Wae Nakeng, Desa Poco Rutang, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (13/10/2026) pagi.

‎Bantuan logistik dari Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., diserahkan secara langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lembor, IPDA Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P., bersama jajaran personel di kediaman korban sekitar pukul 09.00 WITA.

‎Kapolsek Lembor, IPDA Vinsensius Hardi Bagus, menyampaikan bahwa aksi tanggap bencana ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial dan empati Polri terhadap warga yang sedang tertimpa musibah.

‎"Kami hadir di sini mewakili Bapak Kapolres Manggarai Barat untuk menyerahkan tali asih dan bantuan perlengkapan dasar. Jangan dilihat dari jumlahnya, namun kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Helina Mija dan keluarga setelah musibah yang dialami," ujar IPDA Vinsensius saat dikonfirmasi di lokasi penyerahan bantuan, Selasa (13/10/2026).

Bantuan Logistik dan Kesiapan Gotong Royong

‎Pak Vinsen—sapaan akrab Kapolsek Lembor—menjelaskan bahwa bantuan logistik yang diserahkan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan fasilitas tidur bagi korban.

‎Paket bantuan tersebut meliputi kasur busa, puluhan lembar selimut dan sarung, bantal, beras sebanyak 20 kilogram, air mineral, susu, hingga beragam paket makanan instan serta biskuit. Penyerahan bantuan tersebut diterima secara haru oleh Helina Mija bersama pihak keluarga.

‎Selain menyerahkan bantuan material, jajaran Polsek Lembor juga menawarkan bantuan tenaga fisik untuk membantu proses pemulihan pascabencana.

‎"Personel kami siap diturunkan apabila dari pihak keluarga hendak melakukan kerja bakti pembersihan sisa-sisa reruntuhan dan puing bangunan bekas kebakaran," tambah Kapolsek.

Kronologi Kejadian dan Kerugian Rp400 Juta

‎Berdasarkan data resmi Polsek Lembor, musibah kebakaran yang menghanguskan rumah permanen milik korban terjadi pada Minggu (11/10) dini hari, sekitar pukul 03.00 WITA.

Saksi mata di lokasi, Antonius Roy Kunang (44), menuturkan bahwa kobaran api pertama kali terlihat muncul di bagian atap dan plafon kamar tidur. Menyadarinya, saksi segera bergegas menyelamatkan Helina Mija keluar dari bangunan rumah sembari berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

‎"Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat, dibantu personel piket Polsek Lembor serta satu unit mobil tangki PDAM. Api akhirnya berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 04.30 WITA," jelas IPDA Vinsensius.

‎Meskipun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, satu unit bangunan rumah permanen berukuran 10 x 18 meter hangus terbakar. Kerugian material akibat insiden ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

‎"Estimasi kerugian material akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp400 juta," ungkapnya.

Penyelidikan Korsleting Listrik dan Penanganan Lintas Sektor

‎Hingga saat ini, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Lembor masih mengumpulkan bukti serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

‎"Kami sudah turun ke lokasi dan melakukan tindakan awal kepolisian. Sementara, penyebab kebakaran masih didalami," terang IPDA Vinsensius.

‎Di samping upaya kepolisian, penanganan pascabencana bagi korban juga mendapat perhatian dari jajaran pemerintah daerah setempat.

‎"Sampai dengan saat ini, korban kebakaran tersebut sudah mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Desa Poco Rutang dan Pemerintah Kecamatan Lembor," pungkasnya.

‎Pihak Kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Lembor tetap kondusif.**#