Polres Mabar Selidiki Kematian Pemandu Lagu Asal Karawang di Labuan Bajo

Polres Mabar Selidiki Kematian Pemandu Lagu Asal Karawang di Labuan Bajo
Polres Mabar Selidiki Kematian Pemandu Lagu Asal Karawang di Labuan Bajo

Tribratanewsmanggaraibarat.com – Labuan Bajo, Kematian seorang perempuan muda berinisial RR (24) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah menjadi sorotan publik.

RR (24), yang diketahui berasal dari Karawang, Jawa Barat, merupakan seorang pemadu lagu di tempat hiburan malam "Le Dupar" yang berlokasi di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo.

Berdasarkan Laporan Informasi (LI) dari masyarakat, Satreskrim Polres Manggarai Barat segera bergerak melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap tabir di balik meninggalnya wanita muda tersebut.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat RR (24) mengeluh sakit di tempat tinggalnya. Melihat kondisi korban yang terus menurun, rekan kerja bersama pihak manajemen tempat hiburan tersebut segera melarikannya ke Rumah Sakit Umum (RSU) Siloam Labuan Bajo.

‎"Menurut keterangan saksi, pada saat dibawa ke rumah sakit, kondisi korban masih dalam keadaan sadar," ujar Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, S.T.K., S.I.K., M.H., dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026) siang.

Namun, takdir berkata lain. Setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 11 jam di ruang medis, kondisi RR (24) memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

‎"Berdasarkan keterangan saksi, sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat mengalami sesak napas disertai kejang-kejang," sebutnya.

Langkah Penyelidikan Kepolisian

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi untuk menggali fakta-fakta di lapangan. Para saksi tersebut meliputi penanggung jawab tempat hiburan, pengemudi (driver) yang mengantarkan korban ke rumah sakit, serta rekan sejawat korban.

‎"Kami masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Serangkaian tindakan penyelidikan sudah dilakukan, termasuk pengambilan keterangan dari orang-orang terdekatnya saat kejadian," jelas AKP Lufthi.

Hambatan dan Sikap Keluarga

Meski penyelidikan terus berjalan, penyidik mengaku menemui hambatan teknis. Saat ini, jenazah RR (24) telah dipulangkan ke kampung halamannya di Karawang untuk dimakamkan secara layak oleh pihak keluarga.

‎"Kendalanya adalah jenazah sudah dibawa ke kampung halaman, sehingga pemeriksaan fisik lebih lanjut atau autopsi mendalam terhadap kondisi jenazah sulit untuk dilakukan kembali di sini," katanya.

Di sisi lain, pihak keluarga RR (24) menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan keberatan atau pengaduan resmi dari pihak keluarga terkait meninggalnya RR (24).

‎"Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan yang isinya menerima dengan ikhlas kematian korban. Tidak ada komplain atau keberatan yang diajukan kepada kami sejauh ini," pungkasnya.

Polisi menegaskan bahwa meski keluarga telah ikhlas, pendalaman informasi melalui keterangan saksi tetap dilakukan guna memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa memilukan tersebut.**#