Matangkan Kesiapan Personel, Polres Manggarai Barat Gelar Latpra Ops Patuh Turangga 2026
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat menggelar Latihan Pra Operasi (Latpra Ops) "Patuh Turangga - 2026" di Ruang Rapat Mako Polres Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (23/10/2026) siang.
Langkah ini dilakukan untuk mematangkan kesiapan taktis, teknis, serta mental personel sebelum diterjunkan langsung dalam operasi kepolisian kewilayahan di bidang lalu lintas.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 15.25 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Manggarai Barat, AKP Sandy Pratama Putra, S.I.K., CIAS., mewakili Kapolres Mabar, serta didampingi Kabag Ops Polres Manggarai Barat AKP I Made Supartha Purnama, S.Sos.
Turut hadir jajaran pejabat utama Polres Manggarai Barat, antara lain Kasat Intelkam IPTU I Wayan Gelgel Eka Putra, S.E., S.H., Kasi Propam IPTU I Nyoman Budiarta, Kasi Was IPDA Agustinus Stalin, S.H., jajaran perwira Satuan Lalu Lintas, serta seluruh personel yang terlibat dalam Surat Perintah (Sprin) operasi.
*Kedepankan Pendekatan Humanis di Destinasi Super Prioritas*
Dalam arahannya, Wakapolres Manggarai Barat AKP Sandy Pratama Putra menyampaikan bahwa Operasi Patuh Turangga 2026 dijadwalkan berlangsung selama 14 hari ke depan.
Mengingat wilayah hukum Polres Manggarai Barat mencakup kawasan destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo yang kerap dipadati wisatawan domestik maupun mancanegara, AKP Sandy meminta seluruh personel menjaga profesionalisme dan etika pelayanan publik.
"Saya tegaskan kepada seluruh personel yang terlibat untuk kedepankan sikap yang humanis, edukatif, dan simpatik saat berinteraksi di jalan raya," tegas AKP Sandy di hadapan peserta latihan, Jumat (23/10/2026) sore.
AKP Sandy menambahkan, keberhasilan operasi ini tidak hanya diukur dari banyaknya penindakan hukum, melainkan sejauh mana edukasi yang diberikan mampu mengubah kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
"Operasi ini bukan sekadar penindakan, melainkan sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas masyarakat secara berkelanjutan," ujarnya.
*Warning Keras Antipungli: "Jangan Cemarkan Nama Institusi"*
Selain menyoroti pendekatan edukatif, Wakapolres memberikan peringatan tegas terkait pengawasan internal dan disiplin anggota. Ia melarang keras adanya praktik penyelewengan wewenang, khususnya aksi pungutan liar (pungli) di jalan raya.
"Saya tekankan, hindari pelanggaran sekecil apa pun, terutama praktik pungli di lapangan. Jangan sampai ada tindakan oknum yang memicu isu viral di media sosial maupun pemberitaan wartawan sehingga mencoreng nama baik institusi Polri serta Kapolres Manggarai Barat," ucap AKP Sandy dengan nada tegas.
Ia meminta seluruh jajaran untuk mematuhi arahan kerja (job description) masing-masing agar pertanggungjawaban tugas berjalan transparan.
"Setiap personel wajib memahami fungsi operasionalnya. Jalankan tugas sesuai instruksi kerja masing-masing agar mekanisme pertanggungjawaban laporan operasi terpenuhi secara transparan dan akuntabel," tegasnya.
*Pemetaan Kerawanan hingga Pengawasan Propam*
Sebagai bagian dari pemantapan operasional, Latpra Ops ini diisi dengan pemaparan materi komprehensif dari para kepala satuan dan perwira fungsi.
Kasat Intelkam memaparkan hasil pemetaan titik-titik rawan kecelakaan, kemacetan, hingga potensi kejahatan jalanan (street crime). Sementara itu, Kabag Ops membeberkan rancangan pergelaran personel dan taktis lapangan di titik-titik strategis.
Teknis penegakan hukum lalu lintas secara terukur dipaparkan oleh KBO Sat Lantas IPDA Putra Syarifudin. Untuk memastikan kepatuhan anggota, Kasi Propam IPTU I Nyoman Budiarta menegaskan komitmen pengawasan ketat selama operasi berlangsung.
*Lima Target Utama Operasi*
Operasi Patuh Turangga 2026 dirancang sebagai operasi terbuka yang mengedepankan fungsi Lalu Lintas, didukung fungsi teknis kepolisian lainnya, serta bersinergi dengan instansi terkait.
Melalui kombinasi tindakan preventif, edukatif, dan penegakan hukum, Polres Manggarai Barat menetapkan lima indikator utama keberhasilan operasi, yaitu peningkatan disiplin berlalu lintas masyarakat, penurunan angka kecelakaan secara signifikan, penekanan jumlah korban fatalitas, penguraian titik kemacetan (trouble spot), serta penekanan aksi kejahatan jalanan (street crime) selama 14 hari masa operasi.
Dengan berakhirnya pembekalan ini, Polres Manggarai Barat menyatakan siap menerjunkan personel demi mewujudkan Kamseltibcarlantas di bumi Labuan Bajo.**#
Humas Polres Manggarai Barat

