Kunker Perdana di Polres Mabar, Kapolda NTT Tekankan Integritas dan Kepemimpinan yang Melayani

Kunker Perdana di Polres Mabar, Kapolda NTT Tekankan Integritas dan Kepemimpinan yang Melayani

Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., memberikan arahan strategis perdana kepada ratusan personel gabungan di Lapangan Apel Mapolres Manggarai Barat, Labuan Bajo, pada Rabu (28/10/2026) sore.

Apel pengarahan (Commander Wish) yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA tersebut diikuti oleh jajaran personel Polres Manggarai Barat dan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT. Dalam kesempatan tersebut, jenderal bintang dua itu menekankan pentingnya penguatan kesolidan internal, penyelarasan program prioritas pimpinan Polri, peningkatan mutu pelayanan publik, hingga penanaman integritas moral dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Turut mendampingi Kapolda NTT dalam kegiatan ini antara lain Pejabat Utama (PJU) Polda NTT, Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, S.I.K., para perwira utama, serta personel gabungan dari fungsi operasional, pembinaan, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri.

Organization Health Check dan Sinergi Operasional

Dalam bagian awal arahannya, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K. menjelaskan bahwa agenda kunjungan kerja ini dikonsepkan sebagai Organization Health Check untuk memastikan kesiapan serta kesehatan organisasi Polri di tingkat kewilayahan secara objektif.

"Kunjungan kerja ini kita lakukan untuk mengecek langsung kesehatan organisasi kita di lapangan. Kita memetakan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM), kesiapan sarana-prasarana, hingga alutsista agar seluruh fungsi pelayanan dan penegakan hukum berjalan optimal," ujar Kapolda NTT di hadapan ratusan personel yang hadir.

Selain pemetaan internal, Kapolda NTT menginstruksikan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT untuk memantapkan sinergi operasional dan selalu siap memberikan dukungan penuh (backup) kepada Polres Manggarai Barat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah destinasi pariwisata super prioritas tersebut.

"Rekan-rekan Brimob sekalian, saya perintahkan untuk senantiasa siap memberikan bantuan penyiagaan (back-up) kepada satuan kewilayahan kapan pun dibutuhkan. Kehadiran kalian ditempatkan di wilayah ini bertujuan untuk mendekatkan kekuatan pada titik potensi gangguan keamanan. Selanjutnya, kepada seluruh personel Polres dan Brimob, berikanlah pelayanan terbaik kepada masyarakat agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya dan bisa menjadi polisi yang benar-benar bersama dengan masyarakat," tegas Irjen Pol. Reza.

Penyelarasan Program Prioritas dan Kedudukan Polri

Terkait pelaksanaan tugas kelembagaan, Kapolda NTT menegaskan bahwa seluruh jajaran di daerah wajib menjabarkan dan merealisasikan arahan Presiden Republik Indonesia yang tertuang dalam 8 Program Prioritas Kapolri serta 8 Program Quick Wins Presisi.

Penyelarasan target ini dirancang berjenjang dalam skala 30 hari, 60 hari, hingga 100 hari kerja. Penanggung jawab operasional di tingkat Polres dipercayakan penuh kepada Wakapolres dengan dukungan sinergis para Kepala Satuan (Kasat) dan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek).

"Polri adalah Alat Negara. Kedudukan kita harus selaras, bersinergi, dan sinkron dengan program-program strategis pemerintah pusat. Pelaksanaan tugas di lapangan harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, bukan sekadar laporan di atas kertas atau pre-memori," imbaunya secara lugas.

Filosofi "Polisi Bersama Masyarakat" dan Prinsip Kesetaraan

Menjelaskan arah kebijakan pelayanan publik, Kapolda NTT menggarisbawahi filosofi "Polisi Bersama Masyarakat". Ia menegaskan bahwa kunci utama dari doktrin ini terletak pada sikap dan perilaku setiap individu anggota Polri saat berinteraksi langsung dengan warga.

"Kita mengedepankan prinsip kesetaraan (equality). Polisi memposisikan diri sejajar dengan masyarakat—tidak boleh merasa di atas masyarakat, dan tidak perlu merasa di bawah masyarakat. Keberhasilan tugas kita tidak diukur dari persepsi internal, tetapi dinilai langsung dari kepuasan dan tingkat kepercayaan publik melalui survei independen," ungkap alumni Akademi Kepolisian tersebut.

Penegakan Integritas Moral dan Pemaknaan Rezeki

Poin krusial lain yang menjadi penekanan mendalam Kapolda NTT adalah aspek moralitas, integritas, dan larangan keras bagi personel untuk melakukan penyalahgunaan wewenang demi kepentingan materiil.

Ia mengingatkan bahwa jika tugas-tugas kepolisian dijalankan dengan tulus dan jujur, setiap pengabdian anggota akan bernilai ibadah (Hablum Minannas) yang mendatangkan keberkahan.

"Saya ingatkan seluruh anggota, rezeki itu sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan melekat pada diri masing-masing. Rezeki tidak ditentukan oleh tingginya pangkat, jabatan, atau di mana kita bertugas. Jangan pernah melanggar aturan agama dan hukum undang-undang dengan dalih 'mencari rezeki'. Setiap pelanggaran adalah pilihan pribadi yang ada konsekuensinya," ingat Kapolda NTT.

Paradigma Kepemimpinan Modern yang Melayani

Mengakhiri pengarahannya, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K. meminta agar tradisi penyambutan pimpinan di lingkungan kepolisian dilaksanakan secara wajar, proporsional, serta efisien (professional & humble), tanpa membebani daya operasional di lapangan.

"Hakikat tugas saya adalah melayani dan mendukung rekan-rekan sekalian, bukan sebaliknya. Tugas utama kita bersama adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, sampaikan setiap kendala dan kebutuhan operasional di lapangan kepada Kapolres. Kami siap mengupayakan solusi terbaik agar rekan-rekan dapat melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat secara maksimal," tuturnya.

Ia menyimpulkan bahwa tolok ukur kepemimpinan modern teletak pada keberhasilan pimpinan dalam memfasilitasi anggota di lapangan.

"Jangan menghabiskan daya dan energi untuk melayani pimpinan. Justru alokasi pelayanan terbaik dan daya ekstra itu harus ditujukan sepenuhnya kepada masyarakat. Prinsip kepemimpinan modern adalah pimpinan bertugas melayani anggota, memfasilitasi kebutuhan mereka, agar anggota dapat memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat," pungkasnya.**#