Tingkatkan Profesionalisme, Kapolda NTT Resmikan Lapangan Tembak '38 Setia' di Polres Manggarai Barat

Tingkatkan Profesionalisme, Kapolda NTT Resmikan Lapangan Tembak '38 Setia' di Polres Manggarai Barat

Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., resmi meresmikan Lapangan Tembak "38 Setia" milik Polres Manggarai Barat di Labuan Bajo, Rabu (28/10/2026).

Peresmian fasilitas latihan penunjang operasional kepolisian ini menjadi agenda utama sekaligus pembuka dari rangkaian kunjungan kerja perdana Kapolda NTT ke wilayah hukum Polres Manggarai Barat.

Prosesi peresmian fasilitas yang berlokasi di dalam kompleks Mapolres Manggarai Barat tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K. didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., serta Pejabat Utama (PJU) Polda NTT dan Polres Manggarai Barat.

Usai peresmian secara simbolis, Kapolda NTT langsung menjajal keandalan fasilitas anyar tersebut dalam sesi uji tembak. Dari jarak sekitar 20 meter, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K. melepaskan tembakan menggunakan senjata api jenis pistol. Suara dentuman menggelegar di area latihan saat sang jenderal berhasil mengenai dan memecahkan seluruh enam piringan sasaran tembak tanpa meleset.

Alih Fungsi Lahan Kumuh Menjadi Sarana Latihan

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K. dalam laporannya menjelaskan sejarah di balik pembangunan lapangan tembak tersebut. Lahan yang kini menjadi sarana latihan menembak profesional itu dulunya merupakan area perumahan dinas anggota yang kumuh dan tidak terawat.

"Dapat kami laporkan, Jenderal, sebelumnya tempat ini adalah rumah tapi kumuh, Jenderal, rumah-rumah lama. Dimulai dibangunkan gereja juga, kemudian kami gusur tiga rumah, kemudian bangun lapangan tembak ini," ujar AKBP Christian di hadapan Kapolda NTT.

AKBP Christian juga membeberkan makna filosofis di balik penamaan "38 Setia" yang disematkan pada fasilitas tersebut. Kata 'Setia', menurutnya, merupakan ikrar dan pengingat religius bagi setiap anggota.

"Setia itu akronim dari 'Selamanya Tetap Ingat Allah'," ungkap Kapolres Mabar.

Tingkatkan Keterampilan dan Profesionalisme Anggota

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keberadaan Lapangan Tembak 38 Setia bertujuan utama untuk mengasah keahlian teknis serta taktis seluruh personel, khususnya dalam penggunaan senjata api sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Tujuan dibangunnya lapangan tembak ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan menembak anggota. Untuk meningkatkan kompetensi anggota dalam hal skill menembak," tutur Henry seusai peresmian.

Kombes Pol. Henry menambahkan, faktor keselamatan (safety) menjadi perhatian utama dalam pembangunan lapangan tembak yang dikelilingi tembok tanggul serta tumpukan ban bekas di belakang sasaran target tersebut. Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan arena.

"Mudah-mudahan aman, sudah dikasih tembok tanggul dan juga dikasih ban. Tentunya, setiap kegiatan perlu dievaluasi agar berbagai saran dan masukan dapat menjadi bahan perbaikan ke depan. Kondisi dan keamanan lapangan tembak akan ditinjau kembali dengan mempertimbangkan situasi di lokasi," lanjutnya.

Bagian dari Pendekatan "Polisi Bersama Masyarakat"

Keberadaan sarana latihan yang memadai ini diharapkan dapat berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengamanan di wilayah destinasi pariwisata super prioritas Labuan Bajo.

"Tagline yang kita kedepankan adalah Polisi Bersama Masyarakat. Artinya, Polri harus hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Polri harus bisa hadir dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat, khususnya di wilayah hukum Manggarai Barat," tegas Kombes Pol. Henry.

Kedatangan rombongan Kapolda NTT di Labuan Bajo sebelumnya disambut hangat melalui prosesi adat Manggarai, termasuk pertunjukan tarian Caci dan prosesi Tiba Meka yang dibawakan oleh Sanggar Potang Iring. Kunjungan kerja yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari ini turut dihadiri jajaran PJU, personel Polres hingga Polsek, serta jajaran Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT.**#