Bangun Karakter Pelajar, Kapolres Mabar Jadi Pembina Upacara di Sekolah Yayasan St. Yosefa
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan dalam upaya pembentukan karakter dan mentalitas generasi muda. Langkah preventif ini ditunjukkan langsung oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., yang bertindak sebagai Pembina Upacara Bendera di lapangan Yayasan St. Yosefa Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Senin (19/10/2026) pagi.
Upacara yang berlangsung khidmat mulai pukul 07.00 WITA tersebut diikuti oleh sekitar 350 siswa gabungan SMPK dan SMAK St. Yosefa, 27 guru dan tenaga pendidik, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Mabar, Sat Binmas, dan Sat Lantas.
Dalam amanatnya, AKBP Christian secara tegas menyoroti maraknya fenomena kenakalan remaja, seperti aksi perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, pesta minuman keras, hingga pelanggaran lalu lintas yang membahayakan jiwa di kalangan pelajar.
"Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan steril dari segala bentuk pengaruh negatif. Kami mengingatkan dengan tegas agar tidak ada lagi aksi bullying atau perundungan, baik secara fisik maupun verbal, di lingkungan sekolah ini," ujar AKBP Christian di hadapan para peserta upacara, Senin pagi.
Ia juga berpesan agar para siswa dapat membentengi diri dari berbagai perilaku merusak yang dapat menghancurkan masa depan mereka.
"Selain itu, jauhi narkoba, minuman keras, dan rokok. Masa depan kalian terlalu berharga untuk dikorbankan oleh hal-hal yang merusak mental dan fisik," sambungnya.
*Soroti Balap Liar dan Keselamatan Berlalu Lintas*
Tidak hanya menyoroti kedisiplinan di lingkungan sekolah, Kapolres Mabar menaruh perhatian besar pada isu Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).
Ia menyayangkan masih ditemukannya oknum pelajar yang terlibat aksi balap liar maupun ugal-ugalan seperti freestyle atau standing kendaraan roda dua tanpa helm dan perlengkapan standar.
"Jalan raya bukan arena untuk gagah-gagahan. Aksi balap liar, berkendara tanpa helm SNI, dan aksi standing kendaraan itu bukan bentuk keren, melainkan tindakan nekat yang mengancam nyawa siswa dan orang lain," tegas Kapolres Mabar.
Ia mengimbau agar para peserta didik di Yayasan St. Yosefa dapat menjadi teladan di jalan raya dan berani bertindak sebagai mitra kepolisian dalam menjaga ketertiban lingkungan sekitar.
"Kami ingin para siswa di Yayasan St. Yosefa ini menjadi pelopor keselamatan lalu lintas (pioneer of road safety), bukan menjadi angka statistik korban kecelakaan," tambahnya.
*Apresiasi dari Pihak Sekolah*
Langkah edukasi dan pendekatan humanis jajaran Polres Mabar ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SMPK St. Yosefa Labuan Bajo, Sr. Yuliana Lebo, SSpS, S.Ag., menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian kepolisian terhadap pembinaan karakter anak didiknya.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Pihak Kepolisian, terlebih khusus Kapolres Manggarai Barat yang secara langsung memberi motivasi, penguatan karakter, serta pemahaman tata tertib berkendara di jalan bagi anak-anak kami. Kehadiran ini sangat menguatkan peran sekolah dalam mendidik kedisiplinan siswa," ungkap Sr. Yuliana.
Kegiatan silaturahmi dan edukasi ini merupakan bagian dari implementasi Program Prioritas Kapolri bertajuk "Polisi Bersama Masyarakat" guna menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif sejak dini dari lingkungan sekolah.**#
Humas Polres Manggarai Barat

