Pasca-Gempa Flores, TNI-POLRI di Manggarai Barat Bersihkan Reruntuhan SDN Golo Lewe
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Kabut pagi masih tipis menyelimuti Kampung Ndiuk, Desa Golo Lewe, Kecamatan Kuwus Barat, Sabtu (29/8/2026). Di halaman SD Negeri Golo Lewe, pemandangan memilukan membentang: dinding-dinding kelas retak menganga, lantai tertutup pecahan material, dan endapan tanah kering sisa guncangan gempa bumi tektonik yang melanda kawasan Manggarai Barat beberapa waktu lalu.
Namun, sejak pukul 08.00 WITA, derap langkah kaki personel gabungan memecah keheningan desa tersebut. Belasan petugas dari Polsek Kuwus, Babinsa Koramil 1630-03/MP, aparat Pemerintah Kecamatan Kuwus Barat, hingga para guru bahu-membahu menggelar aksi gotong royong tanggap darurat.
Dengan menggenggam sekop, cangkul, dan sapu, tim gabungan bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan material tanah yang mengotori teras serta ruang kelas.
Menghapus Trauma di Antara Puing Bangunan
Aksi kemanusiaan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kuwus IPTU Arsilinus Lentar ini tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik. Di balik puing-puing tembok yang roboh, ada luka psikologis yang harus segera disembuhkan pada diri anak-anak sekolah dasar tersebut.
Usai pembersihan area sekolah, ruang terbuka disulap menjadi arena interaksi sosial. Jajaran Polsek Kuwus mengajak puluhan murid SDN Golo Lewe bermain gim edukatif, bernyanyi bersama, hingga menyampaikan sosialisasi tanggap bencana dengan penyampaian yang ramah anak.
Canda dan tawa yang sempat hilang akibat trauma bencana kembali terdengar riuh memecah kecemasan.
"Kami hadir bersama TNI dan unsur kecamatan untuk bergotong royong merapikan sisa-sisa reruntuhan material yang membahayakan," ujar Kapolsek Kuwus, IPTU Arsilinus Lentar, di lokasi kegiatan.
IPTU Arsi menjelaskan bahwa pemulihan mental anak-anak menjadi salah satu prioritas utama dalam aksi tanggap bencana ini.
"Kami bersama warga gotong royong membersihkan sisa-sisa material bangunan dan tanah yang mengotori lantai ruangan serta bagian luar teras sekolah menggunakan sapu dan sekop. Yang tidak kalah penting, kami ingin menghibur anak-anak melalui kegiatan trauma healing agar keceriaan dan semangat belajar mereka kembali pulih," ungkapnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, jajaran petugas juga menyerahkan bantuan paket logistik sembako untuk meringankan beban para tenaga pendidik di SDN Golo Lewe yang turut terdampak bencana.
Gedung Lumpuh Total, Belajar Mengajar Terhenti
Meski halaman dan teras telah bersih dari material berbahaya, fakta pahit masih membayangi kelangsungan pendidikan di SDN Golo Lewe. Hasil evaluasi teknis menunjukkan bahwa seluruh ruang kelas dan kantor guru mengalami kerusakan struktur yang sangat parah hingga roboh di beberapa titik.
Kondisi fisik bangunan dinilai sangat berisiko dan berbahaya jika digunakan kembali untuk Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) harian. Kelumpuhan fasilitas ini menyisakan kekhawatiran mendalam bagi para guru dan orang tua murid.
Kepala Sekolah SDN Golo Lewe, Yoseph Sudiarjo, S.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa prihatinnya melihat tempat anak-anak menimba ilmu kini tak lagi aman untuk dihuni.
"Kami memohon bantuan mendesak untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar agar dapat kembali berlangsung. Akibat dampak bencana yang terjadi, salah satu sekolah yang terdampak cukup parah adalah SDN Golo Lewe," kata Yoseph saat ditemui di lokasi.
Dengan mata berkaca-kaca, Yoseph menyampaikan permohonan terbuka kepada jajaran kepolisian dan pemerintah daerah agar segera mendistribusikan sarana belajar darurat.
"Saat ini, para siswa tidak dapat belajar di dalam ruangan kelas karena kondisi bangunan yang tidak memungkinkan. Oleh karena itu, kepada Bapak Pimpinan dan Bapak Kapolri, kami sangat membutuhkan bantuan berupa tenda darurat atau tenda lapangan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan baik, serta fasilitas pendukung kebutuhan siswa lainnya," tuturnya penuh harap.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas respons cepat serta bantuan tenaga yang diberikan oleh jajaran Kepolisian Sektor Kuwus.
"Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan bantuan dari Polsek Kuwus bersama Koramil. Kehadiran pihak TNI-POLRI sangat membantu kami dalam merapikan reruntuhan gedung kelas sehingga area sekolah kini lebih bersih dan aman untuk penanganan fisik selanjutnya," ucap Yoseph.
Respon Cepat Lintas Sektoral
Menanggapi jeritan hati pihak sekolah, Kapolsek Kuwus IPTU Arsilinus Lentar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Pihaknya bergerak cepat melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.
"Langkah koordinasi lintas sektoral akan segera dikomunikasikan agar proses belajar mengajar para siswa SDN Golo Lewe tidak terhenti terlalu lama. Selain itu, jajaran Bhabinkamtibmas juga ditingkatkan untuk mengamankan lokasi dan aset sekolah," tegas IPTU Arsi.
Pihaknya berjanji akan menyuarakan permohonan tenda darurat ini ke Pimpinan Polres Manggarai Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat.
Di tengah keterbatasan dan bayang-bayang bencana, aksi sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, dan warga di Desa Golo Lewe menjadi titik terang. Kendati gedung sekolah mereka kini tak beratap utuh, semangat anak-anak dan kepedulian bersama menjadi fondasi untuk bangkit kembali.**#
Humas Polres Manggarai Barat

