Setetes Darah untuk Labuan Bajo: Aksi Humanis Si Dokkes Polres Mabar Sambut Hari Bhayangkara

Setetes Darah untuk Labuan Bajo: Aksi Humanis Si Dokkes Polres Mabar Sambut Hari Bhayangkara
Setetes Darah untuk Labuan Bajo: Aksi Humanis Si Dokkes Polres Mabar Sambut Hari Bhayangkara
Setetes Darah untuk Labuan Bajo: Aksi Humanis Si Dokkes Polres Mabar Sambut Hari Bhayangkara
Setetes Darah untuk Labuan Bajo: Aksi Humanis Si Dokkes Polres Mabar Sambut Hari Bhayangkara
Setetes Darah untuk Labuan Bajo: Aksi Humanis Si Dokkes Polres Mabar Sambut Hari Bhayangkara
Setetes Darah untuk Labuan Bajo: Aksi Humanis Si Dokkes Polres Mabar Sambut Hari Bhayangkara

Tribratanewamanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Memperingati momentum bersejarah Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) menggelar aksi kemanusiaan berupa Bakti Kesehatan Donor Darah.

‎Kegiatan yang berpusat di Aula Mapolres Manggarai Barat pada Jumat (19/6/2026) pagi ini menjadi simbol kuat sinergitas tanpa sekat antara Polri, TNI, instansi pemerintah, BUMN, organisasi wanita, hingga masyarakat sipil demi menyelamatkan nyawa sesama.

‎Aksi donor darah ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud nyata komitmen kepolisian dalam menjaga ketersediaan stok darah di ujung barat Pulau Flores, sekaligus memupuk kepercayaan publik (public trust) terhadap Korps Bhayangkara.

‎Wakapolres Kompol Martinus Pake, S.H., M.H., menegaskan bahwa setetes darah yang disumbangkan oleh para peserta memiliki makna yang sangat besar bagi kelangsungan hidup pasien yang membutuhkan di Labuan Bajo dan sekitarnya.

"Bakti kesehatan ini adalah bukti bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan yang paling mendasar, yaitu kesehatan. Kami ingin menyulam kebersamaan dengan seluruh instansi vertikal, TNI, rekan-rekan perempuan, dan masyarakat luas untuk bersama-sama peduli pada ketersediaan stok darah di wilayah hukum kami," ujar Kompol Martinus di sela-sela memantau jalannya kegiatan.

Antusiasme Tinggi dan Protokol Medis yang Ketat

‎Sejak dibuka pukul 08.00 Wita, Aula Mapolres Manggarai Barat langsung dipadati oleh ratusan peserta yang antusias untuk mendonorkan darahnya. Kehadiran para Pejabat Utama (PJU) Polres Mabar, seperti Kabag Ops Kompol I Wayan Merta dan Kabag SDM Kompol Muhammad Yakub, turut memberikan dorongan moral yang besar bagi seluruh personel dan peserta yang hadir.

‎Soliditas lintas sektor tampak sangat kental dalam aksi ini. Mulai dari personel Ditpolairud Baharkam Polri, Ditpolairud Polda NTT, Koramil/Kodim, Danpos AU Labuan Bajo, hingga jajaran Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT turut mengantre dengan tertib. Tidak ketinggalan, perwakilan dari instansi pelayanan publik seperti Kantor Imigrasi, KSOP, Basarnas, Otoritas Bandara Komodo, Dishub, PLN, KPP Pratama, Samsat, Jasa Raharja, hingga lembaga hukum seperti Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Labuan Bajo ikut ambil bagian.

‎Dukungan emosional dan fisik juga mengalir dari organisasi wanita, di antaranya Bhayangkari Cabang Manggarai Barat, Bhayangkari Ranting B Pelopor, Persit Kartika Chandra Kirana, dan Jalasenastri, berdampingan dengan belasan warga sipil dari Labuan Bajo.

‎Namun, untuk memastikan kualitas dan keamanan darah yang disumbangkan, tim medis dari Si Dokkes Polres Mabar bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Labuan Bajo menerapkan prosedur pemeriksaan kesehatan (screening) yang sangat ketat. Setiap calon pendonor wajib melewati rangkaian pemeriksaan mulai dari pendaftaran, pengukuran Tanda-Tanda Vital (TTV), pemeriksaan kadar Hemoglobin (HB), hingga penentuan golongan darah.

‎Kompol Martinus menjelaskan bahwa tim medis di lapangan bekerja dengan standar operasional yang tidak bisa ditawar demi keselamatan penerima donor kelak.

‎"Kami sangat mengapresiasi semangat luar biasa dari para pendaftar yang mencapai 180 orang. Angka ini membuktikan bahwa rasa empati sosial di Labuan Bajo sangat tinggi. Namun, karena standar medis penularan dan kesehatan pendonor harus benar-benar terjaga, hanya 42 orang yang dinyatakan lolos untuk menjalani tindakan pengambilan darah (phlebotomy), sementara dua peserta sempat mengalami kendala teknis atau macet di tengah proses pengambilan," urainya secara rinci.

Distribusi dan Harapan untuk Pelayanan Berkelanjutan

‎Dari proses penyaringan yang ketat tersebut, tim medis berhasil menghimpun sebanyak 42 kantong darah siap pakai. Rincian perolehan kantong darah tersebut meliputi golongan darah A sebanyak 12 kantong, golongan darah B sebanyak 5 kantong, golongan darah O sebanyak 22 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 3 kantong.

‎"Seluruh kantong darah yang berhasil dikumpulkan langsung diserahkan secara resmi kepada unit transfusi darah PMI Cabang Labuan Bajo untuk disimpan dalam fasilitas penyimpanan khusus (cold storage) sebelum didistribusikan ke rumah sakit lokal yang membutuhkan," sambung Komisaris Polisi itu saat mengawal proses penyerahan logistik darah.

‎Kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian program Bakti Kesehatan Polres Manggarai Barat yang terjadwal secara berkala menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Setelah sukses merampungkan aksi donor darah, Si Dokkes Polres Mabar telah menyiapkan dua agenda prioritas lanjutan yang tidak kalah penting.

‎"Pada Senin, 22 Juni 2026 mendatang, Polres Mabar akan menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Poliklinik Polres Manggarai Barat yang menyasar para Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) serta masyarakat umum," kata Kompol Martinus menerangkan agenda berikutnya.

‎Selain itu, sebagai wujud pelayanan yang inklusif dan humanis, kepolisian juga akan meluncurkan pelayanan kesehatan khusus bagi kaum disabilitas melalui sistem jemput bola (home visit) ke panti-panti rehabilitasi setempat.

‎"Khusus untuk saudara kita kaum disabilitas, kami akan datangi langsung ke panti-panti rehabilitasi yang ada di Kota Labuan Bajo," tegas perwira menengah berpangkat melati satu tersebut.

‎Melalui rangkaian aksi nyata yang menyentuh langsung aspek sosial dan kesehatan ini, Polres Manggarai Barat tidak hanya berhasil membantu menyelamatkan nyawa manusia melalui kantong-kantong darah, melainkan juga sukses mengukuhkan diri sebagai institusi pelindung dan pengayom masyarakat yang humanis, responsif, serta dicintai oleh rakyatnya.**#