Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Mabar Gelar Turnamen Esports Kapolri Cup Perdana di Labuan Bajo

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Mabar Gelar Turnamen Esports Kapolri Cup Perdana di Labuan Bajo

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat mengambil langkah progresif dalam merangkul generasi muda sekaligus membentengi mereka dari bahaya kejahatan siber. Untuk pertama kalinya, sebuah turnamen olahraga elektronik (esports) resmi diselenggarakan di halaman Markas Komando Polres Manggarai Barat, Kampung Ujung, Labuan Bajo, pada Selasa (23/6/2026).

‎Turnamen bertajuk Esports Kapolri Cup 2026 Tingkat Kabupaten Manggarai Barat ini menjadi magnet bagi para pemuda setempat. Sebanyak 11 tim tangguh berkompetisi ketat untuk memperebutkan gelar juara dan tiket emas mewakili Manggarai Barat dalam kualifikasi tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, sebelum nantinya melaju ke tingkat nasional di Jakarta.

Pendekatan Preemtif yang Humanis

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga biasa, melainkan instrumen preemtif Polri yang humanis dalam menjaga ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo.

‎"Anak-anak muda kita di Labuan Bajo memiliki potensi digital yang luar biasa besar. Melalui turnamen perdana ini, kami hadir untuk mengalihkan energi mereka ke arah yang positif dan produktif. Daripada mereka terjebak dalam pusaran negatif yang merusak masa depan seperti judi online, pinjaman online, ataupun penyalahgunaan narkoba, kepolisian hadir memfasilitasi mereka untuk berprestasi secara sportif," ujar AKBP Christian.

Mantan Danyon A Resimen III Pasukan Pelopor Korbrimob Polri ini menambahkan bahwa pengamanan wilayah pariwisata kelas dunia tidak harus selalu menggunakan pendekatan represif hukum.

"Menjaga kamtibmas di gerbang pariwisata dunia ini membutuhkan kolaborasi erat dari seluruh elemen, termasuk generasi muda. Melalui kedekatan emosional di dunia komunitas esports, kita sedang membangun fondasi keamanan masa depan yang berbasis pada kemitraan dan kepercayaan," tambah Kapolres Mabar.

Memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dan Melawan Kejahatan Siber

‎Ketua Panitia Turnamen, AKP Lufthi Darmawan Aditya, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa perhelatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini juga menjadi turunan langsung dari program prioritas Mabes Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Siber untuk meminimalisasi ruang gerak kejahatan digital di kalangan remaja.

‎"Ini merupakan program strategis dari Mabes Polri guna menggandeng anak-anak muda agar aktif berkontribusi menangkal berbagai kejahatan siber di ruang digital. Karena menyasar kelompok usia produktif dan rentan, peserta sengaja kami batasi pada rentang usia 16 hingga 22 tahun," ungkap AKP Lufthi yang juga menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat.

‎Ia menambahkan, sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur (single elimination) yang menuntut fokus tinggi dan kerja sama tim yang solid sejak menit pertama pertandingan dimulai hingga malam hari.

Mengingat tensi pertandingan yang tinggi, pihak kepolisian juga memberikan edukasi pentingnya etika berkompetisi di dunia digital.

"Saya meminta seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas. Jangan sampai ada tindakan saling mengejek secara berlebihan (taunting) di dalam maupun di luar arena yang dapat memicu konflik fisik. Kita harus tunjukkan bahwa komunitas esports Manggarai Barat mampu bersaing secara sehat, cerdas, dan profesional," tegas AKP Lufthi.

Momentum Kebangkitan Ekosistem Esports Lokal

Langkah inovatif Polres Mabar ini mendapat apresiasi tinggi dari pengurus daerah. Ketua Harian Esports Indonesia (ESI) Manggarai Barat, Abdul Hamid, menyebut turnamen Kapolri Cup 2026 ini sebagai oase bagi ekosistem olahraga digital lokal yang sempat vakum selama beberapa tahun terakhir.

‎"Minat anak-anak muda di Manggarai Barat terhadap dunia gaming sebenarnya sangat luar biasa, namun selama ini kita masih lemah di sektor pembinaan organisasi yang berkelanjutan. Momentum turnamen kali ini adalah titik balik bagi kami untuk kembali merapatkan barisan," kata Hamid.

‎Ia optimistis, kolaborasi taktis antara ESI dan Polres Mabar akan menjadi jembatan bagi lahirnya atlet-atlet profesional baru yang mampu mengharumkan nama NTT di kancah nasional.

"Kami berpesan kepada para peserta, jangan hanya melihat nilai hadiah pembinaannya, melainkan lihat peluang emas di depan mata. Jika tim Anda berhasil lolos hingga tingkat nasional di Jakarta, ini akan menjadi kebanggaan luar biasa bagi daerah sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di NTT," pungkas Hamid optimis.**#