Respon Keluhan Masyarakat, Polisi Sidak Antrean Jerigen di SPBU Kampung Tengah
Tribratanewsmanggaraibarat.com – Labuan Bajo, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Manggarai Barat bergerak taktis merespons gejolak di media sosial terkait tumpukan jerigen di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang diduga mengganggu kenyamanan dan kelancaran antrean.
Langkah cepat ini diambil untuk menjamin kelancaran distribusi energi di jantung pariwisata super premium, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Guna memastikan situasi tetap kondusif, Unit Idik II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Manggarai Barat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Kampung Tengah, Kelurahan Labuan Bajo, pada Rabu (6/5/2026) petang.
Kasat Reskrim Polres Mabar, AKP Lufthi Darmawan Aditya, S.T.K., S.I.K., M.H., menyatakan bahwa kehadiran personel di lapangan adalah bentuk tanggung jawab Polri dalam menanggapi keresahan warga yang merasa terganggu oleh antrean jerigen di area publik.
"Kami bertindak cepat atas laporan masyarakat yang sempat viral di media sosial. Kemarin, kami turun langsung melakukan pengecekan mendadak di lokasi untuk melihat fakta sebenarnya di lapangan," ujar AKP Lufthi saat dikonfirmasi pada Kamis (7/5/2026) pagi.
Temuan Ribuan Liter BBM di Area Waterfront
Dalam penyisiran yang dimulai pukul 17.50 Wita tersebut, polisi menemukan aktivitas pengangkutan BBM dalam skala besar. Di kawasan Waterfront, tepatnya di depan sebuah jasa binatu, tim mengidentifikasi sekitar 1.000 liter Pertamax dan 200 liter Pertamina Dex yang telah dikemas dalam jerigen.
Kasat Reskrim memaparkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, ribuan liter bahan bakar tersebut diketahui merupakan milik seorang warga bernama Nurlela. BBM itu dialokasikan untuk operasional armada pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
"Informasi yang kami dapatkan, ribuan liter BBM tersebut rencananya akan dipasok untuk kebutuhan operasional kapal wisata, yakni Kapal Exceus dan Kapal Phinisi Kimoci," jelasnya secara mendalam.
Selain di Waterfront, petugas juga mendapati sedikitnya 30 jerigen berisi Pertamax yang masih mengantre di area SPBU Kampung Tengah.
Klarifikasi: Bukan Penyalahgunaan Subsidi
Salah satu poin krusial dalam sidak ini adalah verifikasi jenis bahan bakar yang didistribusikan. AKP Lufthi menegaskan bahwa tumpukan jerigen yang viral tersebut bukanlah penyalahgunaan BBM bersubsidi (Pertalite atau Biosolar), melainkan jenis BBM industri/non-subsidi.
"Setelah kami lakukan pengecekan mendalam, jerigen-jerigen yang ada di area SPBU Kampung Tengah maupun wilayah lain di Labuan Bajo adalah untuk pengisian BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa secara regulasi, penggunaan jerigen untuk BBM non-subsidi diperbolehkan untuk menunjang sektor maritim, mengingat akses pengisian langsung ke tangki kapal tidak selalu memungkinkan secara logistik di dermaga.
"Keberadaan jerigen tersebut memang digunakan untuk mengantre pengisian bagi kapal-kapal wisata. Jadi, kami tegaskan bahwa itu bukan penyimpangan BBM subsidi," imbuh AKP Lufthi guna menepis isu miring yang berkembang.
Komitmen Pengawasan Ketat
Kendati temuan kali ini adalah BBM non-subsidi, Polres Manggarai Barat menegaskan tidak akan melonggarkan pengawasan. Monitoring berkala akan terus dilakukan untuk mencegah potensi kebocoran BBM bersubsidi kepada pihak-pihak yang tidak berhak.
"Kami tidak akan lengah. Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran atau penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi, kami tidak akan segan-segan melakukan penegakan hukum secara tegas," kata Ajun komisaris polisi itu dengan nada peringatan.
Di akhir keterangannya, pihak kepolisian memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang berperan sebagai mata dan telinga bagi aparat penegak hukum.
"Terima kasih atas informasinya. Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus aktif memberikan informasi demi kenyamanan dan keamanan bersama di kawasan Labuan Bajo ini," pungkasnya.**#
Humas Polres Manggarai Barat

