Polsek Lembor Berhasil Mediasi Konflik Sopir Travel Ruteng-Lembor, 5 Poin Disepakati

Polsek Lembor Berhasil Mediasi Konflik Sopir Travel Ruteng-Lembor, 5 Poin Disepakati
Polsek Lembor Berhasil Mediasi Konflik Sopir Travel Ruteng-Lembor, 5 Poin Disepakati

Tribratanewsmanggaraibarat.com – Labuan Bajo, Ketegangan yang sempat menyelimuti jalur transportasi darat rute Ruteng-Lembor akhirnya berakhir damai. Melalui proses mediasi yang humanis di Aula Polsek Lembor, Selasa (7/4/2026), para pengemudi (driver) travel dari kedua wilayah sepakat menyudahi perselisihan dan menyusun tata kelola operasional bersama.

Mediasi yang dimulai pukul 14.00 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Lembor, Ipda Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P. Pertemuan ini dihadiri oleh Koordinator Travel Ruteng Sebastianus Jebaru, Koordinator Travel Lembor Stefanus Gaur, serta sedikitnya 30 perwakilan sopir yang selama ini beroperasi di jalur tersebut.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Adat

Membuka pertemuan, Sebastianus Jebaru selaku perwakilan pihak Ruteng memberikan klarifikasi terkait isu miring yang sempat memanas di jagat maya. Ia menegaskan bahwa tudingan di media sosial yang menyebut kepolisian memihak salah satu kelompok adalah informasi yang menyesatkan.

‎"Saya selaku koordinator travel Ruteng menyampaikan permohonan maaf kepada Polsek Lembor. Narasi di media sosial yang menyebut Polisi mendukung penghadangan itu bukan dari kami, melainkan dari oknum tidak bertanggung jawab yang melintas saat kejadian," ungkap Sebastianus di hadapan peserta rapat.

‎Sebagai bentuk ketulusan untuk berdamai, pihak travel Ruteng juga melakukan prosesi maaf secara adat Manggarai.

‎"Kami menyampaikan permohonan maaf secara adat yang dibuktikan dengan satu botol bir dan satu bungkus rokok sebagai simbol perdamaian dan persaudaraan," tambahnya.

Penegasan Netralitas Polri

Merespons dinamika tersebut, Kapolsek Lembor Ipda Vinsensius Hardi Bagus menekankan bahwa fokus utama Polri adalah menjamin rasa aman bagi masyarakat, baik penyedia jasa transportasi maupun penumpang.

‎"Terima kasih kepada kedua belah pihak karena ada niat baik untuk bertemu. Kehadiran Polisi di lapangan adalah untuk mewujudkan keamanan. Pernyataan miring di media sosial itu hal biasa dari orang yang tidak tahu kejadian sebenarnya. Fokus kita hari ini adalah membangun masa depan yang lebih baik melalui kesepakatan bersama," tegas Ipda Vinsensius.

Lima Poin "Aturan Main" Baru

Setelah melalui diskusi mendalam, kedua belah pihak menyepakati lima poin krusial demi mencegah terjadinya tumpang tindih penumpang:

1). Digitalisasi Data: Setiap koordinator wajib mendata anggota dan mengintegrasikannya ke dalam grup koordinasi WhatsApp.

2). Zonasi Penumpang Ruteng: Sopir travel Ruteng sepakat tidak mengambil penumpang di wilayah Wae Nakeng hingga Lendo dengan tujuan Labuan Bajo, kecuali atas koordinasi yang baik.

3). Zonasi Penumpang Lembor: Sopir travel Lembor sepakat tidak mengambil penumpang dari Labuan Bajo dengan tujuan Ruteng tanpa komunikasi koordinatif.

4). Proteksi Rute Lokal: Driver Ruteng dilarang mengambil penumpang dari Labuan Bajo yang bertujuan ke Lembor tanpa kesepakatan bersama.

‎5). Wadah Komunikasi Lintas Wilayah: Pembentukan grup WhatsApp bersama sebagai kanal pelaporan cepat jika terjadi gesekan di lapangan.

Harapan Masa Depan

‎Langkah cepat Polsek Lembor ini merupakan tindak lanjut dari insiden penghadangan travel yang terjadi pada 1 April lalu. Dengan adanya kesepakatan hitam di atas putih ini, diharapkan iklim kerja di jalur trans-Flores kembali kondusif.

‎"Diharapkan dengan adanya aturan main yang jelas, konflik serupa tidak terulang kembali di wilayah hukum Polsek Lembor maupun Polres Manggarai Barat," ungkap Kapolsek Lembor.

‎Senada dengan Kapolsek, Sebastianus Jebaru menyampaikan apresiasinya atas peran kepolisian sebagai mediator yang adil.

‎"Kami sangat berterima kasih atas inisiatif Polsek Lembor yang telah menjembatani perselisihan ini sehingga kami bisa bekerja dengan tenang kembali," pungkasnya.

Pertemuan ditutup pukul 15.00 Wita dalam suasana kekeluargaan yang hangat, menandai babak baru kerja sama antar-sopir di wilayah Manggarai Raya.**#