Menindaklanjuti Arahan Presiden RI, Polisi menggelar Aksi Bersih Sampah di Labuan Bajo
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Mentari belum terlalu tinggi di ufuk timur saat deru mesin kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) membelah ketenangan perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (4/2/2026) pagi.
Pagi itu, Pulau Monyet yang biasanya tenang menjadi titik tumpu sebuah gerakan besar: menjaga marwah Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) kelas dunia.
Menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai penguatan kebersihan lingkungan dan pariwisata berkelanjutan, jajaran Sat Polairud Polres Manggarai Barat bersama Ditpolairud Polda NTT dan KSOP Kelas III Labuan Bajo menggelar aksi bersih pantai besar-besaran.
"Langkah ini merupakan wujud tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia, sekaligus komitmen nyata dalam menjaga status Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) berkelas dunia," kata Kapolres Mabar, AKBP Christian Kadang, S.I.K.
*Melawan Arus Sampah Plastik*
Pulau Monyet, meski secara administratif berada di Kelurahan Labuan Bajo, kerap menjadi korban dari letak geografisnya. Arus laut yang kuat seringkali membawa "oleh-oleh" tak diundang berupa limbah plastik dan sisa konsumsi yang terdampar di pesisir indahnya.
AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa kebersihan pesisir bukan sekadar estetika, melainkan fondasi utama industri pariwisata di Labuan Bajo.
"Labuan Bajo adalah wajah pariwisata kita di mata internasional. Menjaga kebersihan pesisir seperti di Pulau Monyet ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan tanggung jawab moral kita untuk memastikan wisatawan merasa nyaman dan ekosistem laut tetap terjaga dari ancaman sampah plastik," ujarnya.
*Sinergi Tanpa Sekat*
Aksi ini menjadi potret nyata kolaborasi lintas sektoral. Sebanyak 20 personel Sat Polairud Polres Mabar, 15 personel Ditpolairud Polda NTT, dan 10 personel dari Syahbandar Labuan Bajo bahu-membahu menyisir setiap sudut bibir pantai. Tidak ada sekat pangkat maupun instansi; semua fokus memungut material sisa konsumsi yang terselip di sela-sela bebatuan.
Dengan dukungan alutsista air berupa satu unit RIB Padar 3018 dan satu unit RIB 03, para petugas bergerak sigap. Hasilnya mencengangkan. Dalam waktu singkat, gunungan sampah berhasil dikumpulkan dari area yang terlihat "bersih" dari kejauhan.
"Sampah yang terkumpul kurang lebih sekitar 500 Kg. Seluruh sampah tersebut langsung kami evakuasi dan bawa kembali ke daratan untuk dibuang ke tempat pembuangan yang semestinya, agar tidak kembali mencemari laut," jelas AKBP Christian dengan tegas.
*Investasi untuk Generasi Mendatang*
Bagi kepolisian, kehadiran mereka di tengah alam adalah simbol bahwa pengayoman tidak hanya berlaku bagi manusia, tetapi juga lingkungan tempat manusia hidup.
Aksi ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran bagi masyarakat lokal dan wisatawan agar lebih bijak dalam mengelola limbah.
"Kita ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya untuk urusan keamanan kamtibmas, tetapi juga peduli pada keberlangsungan alam. Jika pantainya bersih, wisatawan pasti senang, dan ekonomi masyarakat lokal pun akan terus tumbuh," ungkapnya dengan nada optimis.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan dilakukan secara berkelanjutan serta mengajak masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.
"Menjaga Labuan Bajo tetap bersih adalah tanggung jawab kita bersama. Lingkungan yang bersih akan mendukung pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang," pungkasnya.
Di bawah semilir angin Pulau Monyet, aksi kecil di tepi laut ini mengirimkan pesan besar ke seluruh penjuru negeri: bahwa menjaga alam adalah bagian tak terpisahkan dari tugas kemanusiaan dan martabat bangsa di mata dunia.**#
Humas Polres Manggarai Barat

