Melayani dengan Hati, Polres Mabar Pastikan Ribuan Umat Khidmat Jalani Prosesi Sakramen Mahakudus
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Ribuan umat Katolik di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengikuti prosesi keagamaan Sakramen Mahakudus dengan penuh khidmat pada Sabtu (6/6/2026) sore.
Untuk memastikan kelancaran dan kekhusyukan ritual suci ini, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat menurunkan personel gabungan guna melakukan pengawalan melekat, pengaturan rute, hingga rekayasa lalu lintas di sepanjang jalur prosesi.
Perjalanan spiritual ini dimulai tepat pukul 15.30 Wita dari Gereja Paroki Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi menuju Gereja Katedral Roh Kudus Labuan Bajo di Kecamatan Komodo. Dengan berjalan kaki, ribuan umat melintasi rute utama kota dan berhenti di lima titik altar untuk berdoa sebelum akhirnya menyelesaikan prosesi di Gereja Katedral.
"Tadi sore, kami mengawal ribuan umat yang mengikuti Prosesi Sakramen Mahakudus dari Gereja Wae Kesambi menuju Gereja Katedral Labuan Bajo," ujar Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama, S.Sos., Sabtu malam.
Pengamanan Humanis dan Sistem Lawan Arah
Demi mengantisipasi kemacetan total di pusat kota Labuan Bajo yang kian ramai dikunjungi wisatawan, Satuan Lalu Lintas Polres Manggarai Barat menerapkan skema rekayasa lalu lintas dinamis. Salah satunya adalah penerapan sistem lawan arah (contraflow) secara situasional pada titik-titik rawan penumpukan kendaraan.
Kasat Lantas menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh jajarannya mengedepankan sisi humanis. Langkah ini diambil untuk menjaga kekhusyukan umat yang sedang beribadah sekaligus menjaga hak-hak pengguna jalan lainnya.
"Kami menerapkan pengawalan melekat, baik di barisan depan maupun belakang rombongan prosesi, untuk menjaga ritme pergerakan umat di jalan raya," jelas AKP Parta.
"Selain itu, rekayasa lalu lintas berupa contraflow kami berlakukan secara situasional pada rute padat agar tidak terjadi kemacetan total," lanjutnya.
Ia juga menambahkan bahwa para personel di lapangan diinstruksikan untuk memberikan imbauan secara persuasif kepada para pengendara di jalan.
"Anggota di lapangan juga kami instruksikan untuk memberikan imbauan secara humanis kepada para pengendara agar mengurangi kecepatan atau menggunakan jalur alternatif selama prosesi suci ini berlangsung," ungkapnya.
Menyusuri Rute Panjang Kota
Arus prosesi bergerak dengan sangat teratur melewati rute panjang yang telah dipetakan secara matang oleh petugas.
Perjalanan dimulai dari Gereja Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi, kemudian melewati Perempatan Batu Cermin, Jalan Mangga Golek, Pertigaan SMK Stellamaris, Jalan Wae Medu, Perempatan Wae Bo, Jalan Mawar, Perempatan Lancang, Jalan Sernaru, Pertigaan Kodim 1630/Manggarai Barat, Lampu Merah Langka KB, Jalan Mgr. Van Bekkum, hingga akhirnya selesai di Gereja Katedral Roh Kudus Labuan Bajo.
Di sepanjang rute tersebut, personel kepolisian bersiaga di setiap persimpangan krusial untuk melakukan penjagaan dan pengaturan arus lalu lintas. Langkah ini krusial guna memastikan tidak ada kendaraan yang menerobos barisan umat yang sedang berprosesi.
"Kami bersiaga di setiap persimpangan sepanjang rute untuk mengatur lalu lintas demi memastikan tidak ada kendaraan lain yang menerobos barisan umat," tegas Ajun komisaris polisi itu.
Apresiasi dari Umat
Langkah antisipatif dan kesiapsiagaan aparat kepolisian ini mendapat apresiasi tinggi dari panitia penyelenggara serta umat yang terlibat dalam prosesi keagamaan tersebut. Kehadiran polisi di lapangan dinilai memberikan rasa aman yang nyata di tengah hiruk-pikuk kota wisata Labuan Bajo.
Markus (45), salah seorang umat yang ikut dalam prosesi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara ini.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan penuh dari Polres Manggarai Barat. Pengaturan lalu lintas yang sangat rapi di setiap persimpangan dan titik altar membuat kami bisa berdoa dan merenung dengan sangat khidmat tanpa rasa khawatir akan keselamatan di jalan raya," tuturnya.
Hingga seluruh rangkaian prosesi berakhir di Gereja Katedral Roh Kudus Labuan Bajo, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah kota terpantau aman, kondusif, dan lancar.
Sinergi yang solid antara kepolisian, panitia gereja, dan pengguna jalan tidak hanya berhasil meminimalisir potensi kecelakaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.**#
Humas Polres Manggarai Barat

