Rayakan Ulang Tahun dengan Kepedulian, Polisi di Labuan Bajo Sambangi Panti Rehabilitasi

Rayakan Ulang Tahun dengan Kepedulian, Polisi di Labuan Bajo Sambangi Panti Rehabilitasi

Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Mentari di Cowang Ndereng menjadi saksi sebuah perayaan yang tak biasa. Di saat hiruk-pikuk kota menawarkan kemewahan pesta ulang tahun, pasangan suami istri Bripka Yopi Bina dan Arisanti Sirait justru memilih jalan sunyi menuju Panti Rehabilitasi Bruderan MoP (Missionaries of the Poor), Minggu (15/3/2026).

Bagi pasangan yang memiliki keunikan lahir di tanggal yang sama di bulan Maret ini, ulang tahun ke-37 bagi Yopi dan ke-36 bagi Arisanti bukan sekadar seremoni pergantian angka.

Momen ini menjadi sakral karena bertepatan dengan masa Prapaskah, periode refleksi bagi umat Kristiani untuk mempertebal doa dan derma.

*Diplomasi Kemanusiaan dari Dana THR*

Dengan kendaraan yang sarat muatan, pasangan ini membawa lebih dari sekadar logistik. Di dalam mobil mereka, tersusun rapi ikatan telur, tumpukan buku tulis, alat tulis, pakaian baru, hingga asupan gizi berupa susu dan makanan siap saji.

Yang menyentuh hati, seluruh aksi sosial ini bukan berasal dari sponsor, melainkan murni dari kantong pribadi. Mereka sepakat menyisihkan dana Tunjangan Hari Raya (THR) untuk mengetuk pintu panti rehabilitasi tersebut.

"Kami merasa tahun ini berkatnya sangat luar biasa. Lahir di tanggal yang sama adalah sebuah keunikan, tapi bisa berbagi di masa Prapaskah adalah panggilan hati yang tidak bisa ditunda," ujar Bripka Yopi Bina saat ditemui di sela-sela kegiatannya.

Bagi Yopi, yang merupakan anggota Polri aktif dari Angkatan 32, berbagi di panti rehabilitasi adalah manifestasi rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam tugasnya sebagai abdi negara.

"Kegiatan ini adalah ungkapan syukur kami yang tulus atas segala kemudahan dan keberkahan yang Tuhan titipkan kepada kami selama ini. Kami ingin mengembalikan sebagian berkat itu kepada mereka yang membutuhkan," tambahnya dengan nada rendah hati.

*Senyum di Balik Buku dan Susu*

Kedatangan pasangan ini disambut hangat oleh para bruder dan penghuni panti. Suasana yang semula tenang berubah menjadi penuh keharapan saat satu per satu paket bantuan diturunkan. Arisanti Sirait, sang istri, tampak sibuk berinteraksi langsung dengan anak-anak panti, membagikan buku dan alat tulis dengan tangan dinginnya.

Bagi anggota Bhayangkari itu, pendidikan dan kesehatan adalah dua pilar yang ingin ia titipkan melalui bantuan tersebut. Matanya tampak berkaca-kaca saat melihat binar bahagia dari para penghuni panti.

"Melihat senyum mereka saat menerima buku dan susu, rasanya jauh lebih membahagiakan daripada menerima kado ulang tahun mahal sekalipun. Kami ingin masa Prapaskah ini benar-benar menjadi momen 'berbagi kasih' yang nyata, bukan sekadar teori," ungkap Arisanti emosional.

*Inspirasi untuk Korps Bhayangkara*

Sebagai bagian dari keluarga besar Polri Angkatan 32, aksi Bripka Yopi ini membawa pesan mendalam bagi institusinya. Ia percaya bahwa seragam cokelat yang dikenakannya harus selaras dengan empati sosial di tengah masyarakat.

"Aksi ini menunjukkan bahwa tugas polisi bukan hanya menjaga keamanan atau penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam bentuk empati sosial yang nyata," tegas Yopi.

Kegiatan yang berlangsung khidmat hingga sore hari tersebut ditutup dengan doa bersama yang menggema di selasar panti.

Bagi Bripka Yopi dan Arisanti, merayakan ulang tahun di Panti MoP Cowang Ndereng adalah cara terbaik untuk "pulang" kepada kemanusiaan—sebuah kado terindah bagi jiwa yang merayakan hidup di usia yang baru.**#