Tanggul Rusak Akibat Gempa Flores, Polisi Bersama Warga Bangun Kembali Penahan Ombak Pulau Kukusan
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Hantaman gelombang laut pascabencana gempa bumi yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur pertengahan Agustus lalu sempat menyisakan ancaman nyata bagi warga Pulau Kukusan, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Tanggul penahan abrasi sepanjang 15 meter yang selama ini melindungi pemukiman pesisir hancur diterjang guncangan dan erosi.
Namun, ancaman bahaya pesisir itu kini tertangani. Selama tiga hari berturut-turut, sejak Senin (31/8/2026) hingga Rabu (2/9/2026), sebanyak 12 personel gabungan Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud)—yang terdiri dari KP. BIMA Ditpolairud Korpolairud Baharkam Polri, Ditpolairud Polda NTT, dan Sat Polairud Polres Manggarai Barat—bahu-membahu bersama warga setempat membangun kembali tanggul penahan ombak yang roboh tersebut.
Menerjang Perairan Demi Keselamatan Warga
Perjalanan menuju Pulau Kukusan membutuhkan perjuangan tersendiri. Tim gabungan harus menempuh jalur laut menggunakan kapal patroli selama 30 hingga 45 menit dari Pelabuhan Labuan Bajo, membawa 30 sak semen logistik dinas serta peralatan pertukangan.
Setibanya di lokasi, tantangan logistik teratasi berkat semangat swadaya warga lokal yang menyediakan pasokan batu pondasi dan pasir pasangan dari pulau setempat.
"Tanggul sepanjang 15 meter ini bukan sekadar struktur fisik, melainkan benteng pertahanan utama yang melindungi rumah-rumah warga dari risiko abrasi dan luapan ombak laut. Begitu menerima laporan warga pascabencana, kami langsung mengerahkan personel untuk aksi tanggap cepat," ujar Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, IPTU Leonardo Marpaung, S.IP., S.H. di sela-sela memimpin pengerjaan fisik di lokasi, Rabu (2/9/2026).
Ia menambahkan bahwa sinergi lintas satuan dari Baharkam Polri hingga Sat Polairud Polres Manggarai Barat ditujukan untuk memastikan masyarakat kepulauan terdepan merasa aman dan terlindungi.
"Melalui kehadiran kepolisian, kami berharap masyarakat dapat merasakan wujud nyata pelindungan negara, sehingga dapat menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman tanpa dibayangi rasa takut akan terjangan ombak," ungkapnya.
Tahapan Pengerjaan dan Sinergitas Pesisir
Pengerjaan revitalisasi struktur pantai ini dirancang secara sistematis dalam tiga tahapan. Pada hari pertama, Senin (31/8), tim gabungan berfokus merobohkan puing-puing bangunan lama yang retak serta mengeduk tanah untuk pembuatan pondasi baru sepanjang 15 meter.
Hari kedua, Selasa (1/9), menjadi puncak aktivitas saat pengadukan semen dan penyusunan batu pondasi dilakukan secara bergotong royong. Momen ini bertepatan dengan kunjungan rombongan Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., yang meninjau langsung lokasi perbaikan infrastruktur pesisir tersebut.
Pekerjaan diselesaikan pada hari ketiga, Rabu (2/9), melalui pengecoran bagian atas (finishing) dan penutupan plesteran dinding guna memastikan struktur tanggul kedap dan mampu menahan hempasan ombak keras.
Kehadiran aparat kepolisian yang tak segan berbasah-basahan di pantai meninggalkan kesan mendalam bagi warga Dusun Kukusan. Sebelum perbaikan ini tuntas, warga selalu dibayangi kecemasan setiap kali pasang surut air laut menunjukkan tren mengancam.
"Sebelum perbaikan ini selesai, kami selalu cemas setiap kali air laut pasang atau ombak besar datang, karena air bisa langsung mengikis pondasi rumah warga. Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak Polairud yang tidak hanya datang membawa bantuan logistik, tetapi ikut bercucuran keringat mengaduk semen dan menyusun batu bersama kami di pantai," ungkap Nurdin (39), Kepala Dusun Kukusan dengan nada penuh haru.
Komitmen Pemantauan Berkelanjutan
Setelah seluruh area pengerjaan dibersihkan dan diserahterimakan kembali kepada masyarakat pada Rabu siang pukul 13.30 WITA, personel Polairud kembali ke pangkalan Labuan Bajo. Kendati demikian, pemantauan terhadap ketahanan fisik bangunan akan terus dilakukan secara berkala.
IPTU Leonardo menegaskan bahwa pihak kepolisian akan memasukkan pemantauan kondisi tanggul dalam agenda patroli perairan rutin.
"Kami mengimbau warga untuk bersama-sama merawat fisik tanggul ini. Pihak Sat Polairud Polres Manggarai Barat juga akan menjadwalkan pemantauan berkala saat patroli perairan, sekaligus memberikan penguatan kapasitas mitigasi bencana berbasis masyarakat pesisir," tutur Kasat Polairud.
Keberhasilan perbaikan tanggul penahan abrasi di Pulau Kukusan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat mampu memulihkan ketahanan kawasan pesisir pascabencana alam.**#
Humas Polres Manggarai Barat

