BMKG Cabut Peringatan Tsunami, Polres Mabar Imbau Warga dan Wisatawan Tetap Tenang Namun Waspada
Tribratanewsmanggaraibarat.com – Labuan Bajo, Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat mengintensifkan patroli dialogis dan pemantauan langsung di sepanjang pesisir Kota Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Langkah cepat ini diambil guna memastikan keamanan warga dan wisatawan menyusul dicabutnya peringatan dini tsunami oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pasca-gempa bumi bermagnitudo 7,7.
Gempa bumi tektonik tersebut sebelumnya mengguncang wilayah NTT pada pukul 04.58 WIB. Setelah BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami, tim gabungan Polres Manggarai Barat bergerak menyisir titik-titik vital pada pukul 09.25 WITA.
Patroli yang dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., melibatkan Bagian Operasional (Bag Ops), Satuan Samapta, dan Seksi Humas. Penyisiran memprioritaskan area strategis pariwisata super prioritas, meliputi kawasan Pelabuhan Labuan Bajo, alur pedestrian utama, hingga kawasan panorama Puncak Waringin.
Pastikan Keselamatan dan Stabilitas Ekonomi
Dalam keterangannya di sela-sela pemantauan, AKBP Christian menegaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan bertujuan untuk memberikan kepastian keamanan secara langsung kepada masyarakat lokal maupun wisatawan asing.
"Kami turun langsung meninjau kondisi masyarakat, wisatawan, serta situasi Kota Labuan Bajo pascagempa tadi pagi. Kami ingin memastikan seluruh warga aman dan berharap tidak ada korban jiwa," ujar Kapolres Mabar di Labuan Bajo, Sabtu siang.
Selain memantau kondisi fisik perairan dan aktivitas bahari, Kapolres menekankan pentingnya menjaga kondusivitas sektor pariwisata dan roda perekonomian daerah agar tidak terhenti pascabencana.
"Bencana memang bukan keinginan kita, melainkan kehendak alam. Namun, keselamatan warga dan wisatawan adalah yang paling utama. Kita ingin memastikan roda ekonomi tetap berputar sehingga pasokan kebutuhan pokok masyarakat selalu tercukupi," kata perwira menengah Polri kelahiran Toraja tersebut.
Meredam Disinformasi dan Kepanikan Publik
Polres Manggarai Barat juga memfokuskan aksi tanggap ini untuk mengantisipasi maraknya disinformasi atau isu liar yang berpotensi memicu kepanikan massa.
Saat memberikan keterangan resmi di Puncak Waringin, Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang tidak valid dan tetap merujuk pada informasi resmi pemerintah.
"Berdasarkan data tepercaya dari BMKG, peringatan dini tsunami telah resmi dicabut dan dinyatakan berakhir. Kami hadir langsung di kawasan pesisir untuk memastikan situasi perairan dan aktivitas masyarakat di Kota Labuan Bajo tetap aman, tenang, dan terkendali," tegas AKBP Christian.
Imbauan Beraktivitas Normal dan Kesiapsiagaan Mandiri
Meskipun situasi telah dinyatakan aman, kepolisian mengingatkan publik untuk tetap menanamkan budaya kesiapsiagaan mandiri terhadap potensi gempa susulan.
"Kami mengajak seluruh warga dan wisatawan untuk kembali beraktivitas secara normal. Namun, kami minta masyarakat tetap memiliki kesiapsiagaan mandiri. Jika merasakan getaran atau gempa susulan, segera keluar dari bangunan atau gedung menuju area terbuka yang aman," tutur Kapolres.
Edukasi Berkelanjutan hingga Kawasan Pelosok dan Kepulauan
Guna menjangkau masyarakat yang bermukim di pulau-pulau kecil sekitar pesisir hingga kawasan Taman Nasional Komodo, Seksi Humas Polres Manggarai Barat mengoptimalkan penyebaran imbauan resmi secara berkala melalui media sosial kepolisian.
Di saat bersamaan, personel Satuan Samapta melakukan dialog interaktif dengan pengelola kapal wisata, pelaku usaha kuliner, serta pengunjung di sentra-sentra publik.
Hingga Sabtu siang, aktivitas di Pelabuhan Labuan Bajo, arus lalu lintas, serta pusat perbelanjaan dan pertokoan dilaporkan telah kembali berjalan normal tanpa adanya eksodus atau gelombang kepanikan warga.
"Upaya ini merupakan wujud komitmen Polri dalam menghadirkan rasa aman dan kepastian informasi yang akurat di tengah masyarakat pascabencana alam," pungkasnya.**#
Humas Polres Manggarai Barat

