Fokus Galang Bantuan, Kapolsek Kuwus Tegaskan Kebakaran Rumah di Compang Kules Bukan Sabotase

Fokus Galang Bantuan, Kapolsek Kuwus Tegaskan Kebakaran Rumah di Compang Kules Bukan Sabotase
Fokus Galang Bantuan, Kapolsek Kuwus Tegaskan Kebakaran Rumah di Compang Kules Bukan Sabotase
Fokus Galang Bantuan, Kapolsek Kuwus Tegaskan Kebakaran Rumah di Compang Kules Bukan Sabotase

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah semi permanen di Kampung Rejing, Desa Compang Kules, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (14/6/2026) sore sekitar pukul 15.00 Wita.

‎Rumah tersebut diketahui merupakan milik Margaretha Alus (65), seorang warga setempat yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas ini, kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah akibat seluruh harta benda korban yang rata dengan tanah.

Kronologi Kejadian

Kebakaran terjadi saat kondisi rumah sedang kosong ditinggal pemiliknya yang tengah menghadiri kegiatan di luar. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kobaran api dengan cepat merambat dan melahap seluruh struktur bangunan yang didominasi oleh material kayu dan papan.

Saksi pertama, Antonius Arifin Ali (31), bersama saksi kedua, Mateldis Hayon (25), menuturkan bahwa mereka baru menyadari adanya kebakaran ketika kobaran api sudah membesar. Karena keterbatasan alat dan material rumah yang sangat mudah terbakar, upaya pemadaman secara mandiri oleh warga sekitar tidak dapat berjalan maksimal.

‎Merespons laporan masyarakat, aparat kepolisian dari Polsek Kuwus langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).

‎Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., melalui Kapolsek Kuwus, IPTU Arsilinus Lentar, menjelaskan bahwa pihaknya segera mengambil langkah penanganan sesaat setelah menerima informasi dari warga.

‎"Setelah kami menerima laporan dari warga via pesan singkat WhatsApp sekira pukul 15.00 Wita, anggota Polsek Kuwus bersama personel TNI dari Babinsa Koramil 1630-03/Macang Pacar langsung bergerak cepat menuju TKP pada pukul 15.30 Wita guna melakukan penanganan awal dan pengamanan area," ujar IPTU Arsilinus Lentar saat dikonfirmasi, Senin siang (15/6).

Kerugian Ditaksir Capai Rp 300 Juta

‎Meskipun tidak ada korban luka maupun korban jiwa, seluruh harta benda di dalam rumah tersebut tidak berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah. Total kerugian materil akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).

‎Selain bangunan fisik rumah yang lumat tak bersisa, kebakaran tersebut juga menghanguskan sejumlah barang berharga dan dokumen penting milik korban, antara lain uang tunai sebesar Rp15.000.000,- (lima belas juta rupiah).

‎Dokumen penting keluarga, termasuk Akte Kelahiran serta Ijazah pendidikan dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga Ijazah Sarjana (S-1) PGSD milik anggota keluarga korban.

‎Hasil komoditas pertanian siap jual, yang meliputi sekitar 150 kg beras (3 karung), 5 karung besar padi, serta cengkeh kering seberat kurang lebih 200 kg.

‎"Saat kejadian, rumah memang dalam keadaan kosong tanpa penghuni karena pemiliknya, Ibu Margaretha Alus, sedang menghadiri acara adat berupa pesta sekolah (pengumpulan dana) di lokasi lain," ungkap Kapolsek Kuwus.

Penyelidikan Polisi

‎Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut. Penyelidikan awal terkendala karena minimnya saksi mata di sekitar lokasi yang melihat awal mula munculnya titik api.

‎"Penyebab pasti kebakaran saat ini masih diselidiki oleh Unit Reskrim Polsek Kuwus. Hingga kini, belum ada saksi yang melihat secara pasti titik awal munculnya api maupun penyebab utama peristiwa tersebut," terang IPTU Arsilinus.

Kendati demikian, personel Polsek Kuwus telah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dari para saksi di lokasi kejadian, serta terus memantau situasi keamanan pasca-peristiwa tersebut guna memastikan kondisi tetap kondusif.

Polisi Bantah Isu Sabotase dan Sebut Kabar yang Beredar Adalah Hoaks

Menanggapi rumor liar yang beredar luas di tengah masyarakat—yang mengaitkan peristiwa kebakaran ini dengan insiden keributan di sebuah acara pesta sekolah terdekat—IPTU Arsilinus Lentar secara tegas membantahnya. Beliau memastikan bahwa kabar yang mengaitkan kedua insiden tersebut adalah tidak benar atau hoaks.

‎"Kami menegaskan bahwa informasi yang menghubungkan peristiwa kebakaran ini dengan keributan di tempat pesta sekolah dipastikan tidak benar dan tidak saling berkaitan sama sekali," tegas Kapolsek Kuwus.

‎Ia memaparkan sejumlah fakta lapangan untuk membantah rumor tersebut. Pertama, kedua peristiwa terjadi di titik yang berbeda dengan jarak yang cukup signifikan, yakni sekitar 100 meter.

‎Kedua, insiden kebakaran dan keributan di pesta sekolah berlangsung pada waktu yang berbeda dan tidak saling memicu satu sama lain.

‎"Keributan kecil di pesta sekolah tersebut sebenarnya telah berhasil diredam oleh petugas keamanan, dan situasi dipastikan telah aman terkendali jauh sebelum kebakaran rumah terjadi," paparnya.

Imbauan Kamtibmas bagi Masyarakat

Mengakhiri penjelasannya, Kapolsek Kuwus mengimbau seluruh masyarakat untuk bersikap bijak, tetap tenang, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mengaitkan kedua peristiwa tersebut, serta tidak ikut menyebarkan berita bohong (hoaks) yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas," imbaunya.

‎Beliau juga mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan sepihak yang melanggar hukum demi menjaga kedamaian lingkungan.

‎"Jangan sampai ada tindakan main hakim sendiri (vigilante) pasca-insiden keributan di lokasi pesta sekolah tersebut," sambung Inspektur polisi satu itu.

‎Selain itu, kepolisian membuka ruang bagi partisipasi aktif masyarakat dalam membantu mengungkap penyebab kebakaran ini.

‎"Apabila masyarakat menemukan indikasi kejanggalan atau kecurigaan terkait penyebab kebakaran ini, kami meminta untuk segera melapor ke Polsek Kuwus guna ditindaklanjuti," tuturnya.

Terakhir, Polsek Kuwus kini tengah menggalang bantuan untuk korban kebakaran tersebut. Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkannya langsung kepada korban, Pemerintah Desa (Pemdes), atau Polsek setempat.

‎"Kami berupaya mengumpulkan bantuan untuk Ibu Margaretha Alus. Kami memprioritaskan bantuan berupa barang kebutuhan sehari-hari—seperti makanan dan pakaian layak pakai—bukan dalam bentuk uang," pungkas IPTU Arsilinus. **#