Antisipasi Laka Laut, Sat Pamobvit Polres Manggarai Barat Tebar Imbauan Keselamatan Dwibahasa

Antisipasi Laka Laut, Sat Pamobvit Polres Manggarai Barat Tebar Imbauan Keselamatan Dwibahasa

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pamobvit) Polres Manggarai Barat mengambil langkah taktis cepat guna mengantisipasi berulangnya kecelakaan wisata di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada Kamis (16/07/2026), aparat kepolisian secara masif menyebarkan imbauan keamanan dan keselamatan masyarakat (Kamtibmas) berformat dwibahasa (bilingual) langsung kepada para pelancong domestik maupun mancanegara maupun melalui media sosial.

‎Akselerasi gerakan preemtif dan preventif ini dipicu oleh keprihatinan mendalam atas insiden laut yang baru-baru ini merenggut nyawa dua orang wisatawan asing saat berenang di salah satu titik perairan Labuan Bajo. Kampanye keselamatan ini menyasar area-area vital seperti dermaga, pelabuhan wisata, objek wisata pantai, kantor agen perjalanan (travel agent), hingga ruang digital.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., melalui Kasat Pamobvit Polres Manggarai Barat, IPTU I Komang A. Budiawan, S.E. menegaskan bahwa jaminan keselamatan dan kenyamanan para wisatawan (Kamwisata) adalah harga mati demi mempertahankan reputasi dunia pariwisata Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

‎"Labuan Bajo telah menjadi magnet wisata dunia. Oleh karena itu, keselamatan setiap jiwa yang datang berlibur ke sini adalah prioritas mutlak kami. Langkah preemtif dan preventif ini sengaja kami akselerasi secara agresif pasca-adanya insiden kecelakaan laut kemarin. Kami tidak ingin ada lagi air mata di balik keindahan alam Labuan Bajo. Target kita adalah mewujudkan zero accident," tegas Kasat Pamobvit saat dikonfirmasi media pada Kamis sore.

Panduan Keselamatan Berformat Dwibahasa (Bilingual)

‎Menyadari keberagaman latar belakang pelancong yang berkunjung, Sat Pamobvit Polres Mabar merancang selebaran dan infografis imbauan menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara lugas dan mudah dipahami.

‎Dalam versi bahasa Indonesia, polisi menekankan lima poin penting kepatuhan pelancong saat berada di destinasi wisata.

‎Pertama, Awasi Anak-Anak Selalu: Mengingat keramaian di lokasi wisata berpotensi memisahkan anak dari orang tua.

‎Kedua, Jaga Barang Bawaan: Mengamankan dokumen penting, dompet, dan ponsel menggunakan tas yang aman dari kejahatan jalanan.

‎Ketiga, Patuhi Aturan Wisata: Selalu mengikuti arahan pemandu dan rambu keselamatan setempat.

‎Keempat, Waspada Area Rawan: Menjauhi tebing curam atau bebatuan licin.

Kelima, Jangan Berenang di Area Terlarang: Larangan keras memaksakan diri berenang di kawasan laut berarus kuat atau yang telah dipasangi tanda larangan.

Sementara itu, untuk menjangkau wisatawan mancanegara, pesan serupa diterjemahkan secara akurat.

‎First, Watch children at all times to prevent them from getting separated in crowded places.

‎Second, Keep your belongings safe and use secure bags to prevent pickpocketing.

‎Third, Follow all safety rules, signs, and directions provided by officers.

‎Fourth, Be aware of hazardous, slippery, or steep areas.

‎Fifth, Strictly no swimming in prohibited or dangerous sea zones.

Metode Sosialisasi Humanis dan Sinergi Lintas Sektor

‎IPTU I Komang A. Budiawan, S.E. menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya di lapangan, personel Sat Pamobvit mengedepankan pendekatan dialogis dan humanis. Anggota kepolisian mendatangi langsung para wisatawan yang sedang menunggu keberangkatan kapal di gerbang masuk pelabuhan pariwisata.

‎"Personel kami tidak sekadar membagikan brosur, tetapi berdialog langsung dengan para wisatawan, memberikan edukasi secara persuasif, sekaligus memasang baliho besar di titik penyeberangan utama yang mudah terlihat mata sebelum mereka naik ke atas kapal," urainya.

‎Selain menyasar wisatawan secara langsung, pihak kepolisian menyadari pentingnya peran dari para pelaku industri pariwisata lokal. Koordinasi intensif pun dibangun bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), para kapten kapal wisata (agent/crew), serta asosiasi travel perjalanan.

‎"Kami menekankan kepada para kapten kapal dan pemandu wisata untuk menjadi garda terdepan dalam keselamatan. Sebelum jangkar diangkat dan kapal berlayar, mereka wajib melakukan safety briefing (penjelasan keselamatan) dan mengingatkan tamu-tamunya mengenai batasan aman saat beraktivitas di laut," tambah Kasat Pamobvit.

‎Langkah masif ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan di sektor wisata serta menciptakan iklim pariwisata yang aman, tertib, dan berkelanjutan di ujung barat Pulau Flores tersebut.**#