Respon Cepat Pascabencana: Tim DVI Mabes Polri Turunkan Tim Medis Obati Pengungsi Gempa di Kuwus
Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) menerjunkan Tim Dokter Kesehatan (Biddokkes) dan Disaster Victim Identification (DVI) ke lokasi pengungsian korban gempa bumi di Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi penurunan kondisi kesehatan warga di tenda-tenda darurat.
Pelayanan kesehatan bergerak (mobile clinic) tersebut dilaksanakan selama dua hari, mulai Kamis (20/8/2026) malam hingga Jumat (21/8/2026) siang, menyasar dua titik utama pengungsian, yakni Posko Golowelu di Kelurahan Nantal dan Kampung Lambur di Desa Pangga.
Ketua Tim DVI Mabes Polri, Kompol Hastanto, menjelaskan bahwa kedatangan tim spesialis medis ke Manggarai Barat merupakan bentuk kehadiran nyata Polri Presisi dalam penanganan darurat kemanusiaan. Tim medis yang diterjunkan terdiri atas berbagai keahlian, termasuk dokter spesialis forensik Iptu dr. Mahardika, Sp.F., serta dokter gigi Iptu drg. Debby.
"Kami hadir di tengah-tengah warga pengungsi untuk memastikan kondisi fisik masyarakat tetap terpantau pascabencana. Tim fokus memberikan penanganan medis darurat, konseling kesehatan, serta pembagian obat-obatan gratis," ujar Kompol Hastanto di lokasi pengungsian Kampung Lambur, Desa Pangga, Jumat (21/8/2026).
Keluhan ISPA dan Hipertensi Mendominasi
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis terhadap ratusan pengungsi di Kelurahan Nantal dan Desa Pangga, tim kesehatan mengidentifikasi beberapa penyakit yang mulai mendominasi warga.
Penyakit tersebut meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), demam, hipertensi, gangguan pencernaan, hingga kelelahan fisik akibat bertahan di tempat penampungan sementara.
Kapolsek Kuwus, IPTU Arsilinus Lentar, yang mendampingi langsung jalannya pelayanan medis menyampaikan bahwa penerjunan Tim DVI Mabes Polri ini sekaligus merespons cepat aspirasi pemerintah desa dan warga setempat.
"Kehadiran tim kesehatan Mabes Polri ini merupakan tindak lanjut cepat atas permohonan pihak Desa Pangga dan imbauan Bapak Kapolres Manggarai Barat serta Kapolda NTT. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di pengungsian mendapatkan perhatian medis secara optimal," tutur IPTU Arsilinus.
Ia menambahkan, apabila ketersediaan stok obat-obatan tertentu di lapangan masih memerlukan penambahan, pihak Kepolisian Sektor Kuwus akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat dan Posko Utama Bencana.
"Kami memohon maaf jika ada jenis obat yang terbatas di lokasi. Namun, kami berkomitmen terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar pasokan medis pendukung, multivitamin, dan kebutuhan balita dapat segera terpenuhi," tambahnya.
Apresiasi Pemerintah Desa dan Langkah Lanjutan
Sementara itu, Kepala Desa Pangga, Patrisius Swandi, menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat kepolisian dan tenaga kesehatan Puskesmas Golowelu dalam menjangkau warga terdampak hingga ke pelosok desa.
"Pemeriksaan kesehatan langsung di tenda pengungsian ini sangat membantu warga kami, terutama lansia dan anak-anak yang mulai terserang batuk dan demam. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres dan Tim DVI Mabes Polri atas kepeduliannya," ungkap Patrisius.
Setelah merampungkan penanganan medis di Posko Golowelu dan Kampung Lambur pada Jumat siang, Tim DVI Mabes Polri dijadwalkan melanjutkan perjalanan darat menuju Kecamatan Pacar untuk memberikan pelayanan kesehatan serupa.
Untuk memastikan penanganan pascapemeriksaan tetap berjalan, Polsek Kuwus menyiagakan jajaran Bhabinkamtibmas dan berkoordinasi dengan Puskesmas Kuwus guna memantau perkembangan kesehatan pengungsi yang memerlukan tindakan medis rujukan atau penanganan lanjutan.**#
Humas Polres Manggarai Barat

