Peringati Hari Lahir Pancasila, Wakapolres Mabar Ajak Generasi Muda Hidupkan 'Living Ideology'
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2026 pada Senin (1/6/2026) pagi.
Upacara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Lapangan Apel Polres Manggarai Barat, Jalan Frans Lega Nomor 15, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Wakapolres Manggarai Barat, Kompol Martinus Pake, S.H., M.H. Sementara itu, IPTU Leonardo Marpaung, S.IP. bertindak sebagai Perwira Upacara, dan IPDA Putra Syarifudin memimpin jalannya upacara sebagai Komandan Upacara.
Tahun ini, peringatan hari bersejarah tersebut mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia".
Upacara ini diikuti oleh gabungan personel yang terdiri dari satu peleton Satuan Samapta, Satuan Lalu Lintas, gabungan Staf, gabungan Satuan Polairud dan Satuan Pamobvit, serta satu peleton gabungan Satuan Reskrim, Intelkam, dan Resnarkoba Polres Manggarai Barat.
Dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Kompol Martinus, ditekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk merawat api Pancasila agar tetap menyala di dalam jiwa setiap warga negara Indonesia.
"Tema tahun ini adalah sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan internal bangsa kita, namun juga menjadi jawaban konkret bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi," ujar Komisaris Polisi itu di hadapan seluruh peserta upacara.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah situasi dunia yang dipenuhi ketidakpastian, disrupsi teknologi, serta dinamika geopolitik global, Pancasila hadir sebagai pemandu arah yang tangguh.
"Pancasila adalah 'bintang penuntun' sekaligus 'jangkar moral' kita. Indonesia telah membuktikan kepada dunia bagaimana keberagaman yang tersebar di belasan ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan secara kokoh dalam satu ikatan kebangsaan," tegasnya.
Lebih lanjut, dalam amanat tersebut disampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak membiarkan Pancasila sekadar menjadi simbol mati tanpa makna. Kompol Martinus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengaktualisasikan nilai-nilai ideologi negara tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks di dalam buku sejarah," pungkas Mantan Kasat Intelkam Polres Mabar itu menutup amanatnya.
Rangkaian upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh AIPDA Muhaimin dan lagu kebangsaan Andhika Bhayangkari. Secara keseluruhan, upacara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh dengan semangat nasionalisme.**#
Humas Polres Manggarai Barat

