Kawal Transparansi Anggaran, AIPDA Yulius Pantau Proyek Jalan Tani Ongko Leba

Kawal Transparansi Anggaran, AIPDA Yulius Pantau Proyek Jalan Tani Ongko Leba

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Peran aparat kepolisian di tingkat tapak kini tidak lagi terbatas pada penegakan hukum konvensional. Di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), aparat kepolisian aktif mengambil peran dalam mengawal transparansi pembangunan infrastruktur vital masyarakat.

‎Hal ini ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Nggorang, AIPDA Yulius Sare, yang turun langsung memantau kelanjutan proyek pembangunan Jalan Tani di kawasan persawahan Ongko Leba pada Selasa siang (2/6/2026).

‎Langkah ini diambil kepolisian untuk memastikan bahwa proyek yang didanai oleh uang negara tersebut benar-benar membawa asas manfaat bagi produktivitas pertanian lokal.

‎"Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran negara benar-benar tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran," ujar AIPDA Yulius Sare di sela-sela pemantauannya, Selasa (2/6/2026).

Komitmen Mutu Fisik dan Transparansi Anggaran

‎Proyek infrastruktur jalan tani di persawahan Ongko Leba ini memiliki arti strategis bagi mobilitas harian petani setempat. Didanai oleh anggaran negara dengan pagu sebesar Rp182.044.000,- (Seratus Delapan Puluh Dua Juta Empat Puluh Empat Ribu Rupiah), jalan ini direncanakan membentang sepanjang 130 meter dengan lebar mencapai 4 meter.

‎Mengingat besarnya anggaran dan vitalnya fungsi jalan ini kelak, Yulius mengingatkan seluruh pihak pelaksana agar tidak bermain-main dengan kualitas pengerjaan.

‎"Kami mengimbau kepada pelaksana proyek dan seluruh pekerja di lapangan agar senantiasa bekerja mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditentukan. Jangan sampai ada manipulasi atau pengurangan kualitas material yang dapat memperpendek usia pakai jalan tersebut," tegas Yulius.

‎Ia menambahkan bahwa kualitas infrastruktur yang dibangun hari ini akan menjadi penentu bagi keberlanjutan ekonomi warga di masa depan.

‎"Fasilitas jalan tani ini nantinya akan digunakan secara terus-menerus oleh para petani kita demi kesejahteraan bersama. Kualitas yang baik hari ini menentukan masa depan pertanian kita esok hari," tambahnya.

Sinergi dan Deteksi Dini Potensi Konflik

Selain melakukan pengawasan fisik terhadap spesifikasi material dan dimensi proyek, kehadiran Bhabinkamtibmas di area persawahan ini juga mengemban misi sosial. Kehadiran polisi di tengah proyek bertujuan merawat komunikasi dua arah yang harmonis guna meredam potensi gesekan sosial yang kerap mengiringi proyek pembangunan di tingkat desa.

‎AIPDA Yulius menegaskan bahwa instansinya, berkolaborasi dengan elemen desa lainnya, selalu siap melakukan langkah mediasi (problem solving) jika terjadi perselisihan di lapangan.

‎"Kami selalu siap melayani warga binaan kapan saja dibutuhkan. Jika ada kendala, ancaman keamanan, atau ketidaksesuaian di lapangan, kami meminta warga, pekerja, maupun aparatur desa segera melapor secara berjenjang kepada kami, Babinsa, atau Kepala Desa agar bisa dicarikan solusi terbaik secara bersama-sama," jelasnya.

‎Langkah aktif kepolisian ini mendapat respons hangat dari warga serta pekerja proyek di kawasan Ongko Leba. Kehadiran petugas dinilai tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mendongkrak kepercayaan publik terhadap akuntabilitas pembangunan desa.

‎Melalui pengawasan yang konsisten dan sinergi erat antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat setempat, pembangunan Jalan Tani Desa Nggorang ini diharapkan dapat rampung tepat waktu demi mempercepat distribusi hasil panen sekaligus menopang program ketahanan pangan nasional.**#