Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar

Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar
Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar
Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar
Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar
Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar
Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar
Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar
Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar
Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar
Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar
Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar
Hadir di Tengah Trauma Penyintas Gempa Flores, AKBP Christian Kadang Bantu Keluarga Rentan di Golo Tanggar

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Tepat sepekan pasca-gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu, trauma mendalam dan keprihatinan masih menyelimuti para penyintas di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah keterbatasan fasilitas dan ancaman gempa susulan, langkah nyata penanganan darurat terus disalurkan ke pemukiman warga terdampak.

‎Pada Sabtu (22/8/2026) siang sekitar pukul 14.00 WITA, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat bergerak menembus kawasan pemukiman warga di Translok Blok D, Desa Persiapan Golo Tanggar, Kecamatan Komodo. Bantuan logistik dan material bangunan disalurkan atas perintah langsung Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si.

‎Aksi tanggap bencana yang dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., didampingi Kapolsek Komodo IPDA Adhar, S.H., Danton 1 Kompi Brimob Batalyon B Pelopor IPDA Vinsen, Kepala Desa Persiapan Golo Tanggar M. Lukas, serta 10 personel Tim SAR Brimob. Focus aksi difokuskan pada keluarga rentan, khususnya penyintas yang terpaksa bermalam di tenda darurat akibat rumah rusak dan menderita sakit strok.

Menjangkau Korban Rentan di Tenda Darurat

‎Rombongan Kepolisian pertama kali mendatangi kediaman pasangan Marta Reni (52) dan Bernadus Jaman (63) pada pukul 14.25 WITA. Bangunan rumah tembok milik keluarga ini mengalami kerusakan berat pada struktur belakang dan samping, hingga tiang penyangga tak lagi mampu menopang beban bangunan. Untuk bertahan hidup, lima anggota keluarga ini terpaksa mendirikan dan menghuni tenda darurat mandiri di pekarangan luar.

‎Kondisi kian memprihatinkan karena sang suami, Bernadus Jaman, sedang berjuang melawan sakit strok ringan. Di lokasi ini, Kapolres menyerahkan bantuan berupa 7 sak semen, 2 paket sembako Kapolda NTT, dan 1 lembar selimut tebal.

‎Melihat kondisi kesehatan Bernadus, AKBP Christian langsung memberikan penguatan moral serta komitmen penanganan medis lanjutan.

‎"Bapak tidak usah khawatir, kami akan segera koordinasikan agar ada penanganan terapi strok dan penyediaan obat-obatan secara berkala dari tim medis kepolisian dan juga terapi untuk membantu meringankan sakit yang dialami Bapak Bernadus," kata Kapolres Mabar saat menyerahkan bantuan di lokasi.

‎Rasa lega dan haru tak bisa disembunyikan dari wajah Mama Marta Reni. Sambil mengusap napas lega, ia mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran jajaran kepolisian di pekarangan rumahnya yang terancam roboh.

‎"Saya senang sekali Bapak Kapolres datang langsung membawa bantuan. Harapan saya satu-satunya, supaya rumah kami bisa kembali normal dan pulih. Jujur saya masih sangat trauma sejak gempa waktu itu. Kami tinggal di luar rumah dengan alat seadanya," tutur Marta Reni.

‎"Sebelumnya memang sudah ada bantuan beras 50 kilogram dari Dinas Sosial di hari pertama bencana. Hari ini bantuan tambahan dari Polres sangat membantu kami bertahan," tambahnya.

Harapan bagi Penderita Strok di Bawah Terpal Hijau

‎Tak jauh dari lokasi pertama, pada pukul 14.30 WITA rombongan bergerak ke tenda darurat beratap terpal hijau milik Rofina Fatimah (53). Ibu rumah tangga yang telah menderita strok selama hampir tujuh tahun ini memilih tinggal di tenda terpal bersama suami dan anaknya karena dinding rumah utama mereka retak-retak dan rawan ambruk.

‎Dengan mobilitas yang sangat terbatas dan hanya bergantung pada sebatang tongkat untuk bergerak, Rofina mengaku belum terjangkau pemeriksaan medis selama lima hari berada di pengungsian mandiri.

‎Untuk meringankan beban Rofina, Polres Mabar menyerahkan bantuan berupa 4 sak semen, 1 paket sembako Kapolda NTT, dan 1 lembar selimut tidur. Bantuan paket sembako juga diserahkan secara simbolis kepada warga terdampak lainnya, Mateus Open, melalui Kapolsek Komodo.

‎Menanggapi kondisi Rofina yang meneteskan air mata di atas lantai tenda, seorang petugas polisi merangkul pundak sang ibu untuk menenangkan. Kapolres memastikan tim medis akan diturunkan langsung ke tenda tersebut.

‎Dengan suara bergetar dan air mata menetes di pipi, Rofina menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan.

‎"Terima kasih banyak untuk Bapak-bapak dari Polri yang mau datang bawa bantuan untuk kami yang sedang sakit strok ini. Terima kasih banyak juga untuk Bapak Kades dan semua yang sudah hadir di sini," ucap Rofina Fatimah sembari menyapu air matanya.

Komitmen Respon Cepat dan Pemetaan Wilayah Terparah

‎Penyerahan bantuan sosial ini merupakan manifestasi dari program Bansos Polri Untuk Masyarakat guna memastikan kehadiran negara di tengah masa kritis pasca-bencana. Selain menyalurkan logistik, kepolisian terus mendata rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan berat maupun ringan.

‎AKBP Christian menegaskan bahwa seluruh jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas (BKTM) di wilayah hukum Polres Manggarai Barat telah diinstruksikan untuk bergerak aktif menginventarisasi kebutuhan mendesak warga.

‎"Apabila ada laporan dari Kapolsek atau Bhabinkamtibmas terkait adanya rumah masyarakat yang hancur, kami minta tolong segera diinformasikan. Kami akan datang langsung untuk membersihkan material runtuhan, mendata, serta membawa bantuan bahan bangunan, bahan pokok, dan yang paling utama adalah selimut karena masih banyak saudara kita yang tinggal di tenda mandiri," tegasnya.

‎"Ini merupakan bentuk respon cepat kami atas arahan Bapak Kapolda NTT karena melihat masyarakat sangat membutuhkan bantuan darurat," lanjut Kapolres Mabar.

‎Berdasarkan pemetaan sementara laporan dari para Kapolsek di jajaran Polres Manggarai Barat, dampak kerusakan fisik terparah akibat guncangan gempa Flores terpantau berada di wilayah Kecamatan Kuwus, Macang Pacar dan Lembor.**#