Tanggap Bencana Gempa Flores: Sidokkes Polres Mabar Sisir Kesehatan Warga Rusun dan Anak-Anak
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Guna mengantisipasi ancaman penyakit pasca-pengungsian akibat gempa bumi Flores, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Manggarai Barat bergerak cepat menggelar pemeriksaan kesehatan darurat serta pelayanan medis gratis.
Aksi kemanusiaan ini ditujukan bagi warga penghuni Rumah Susun (Rusun) Polres Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (4/9/2026) pagi.
Layanan tanggap darurat medis tersebut menyasar puluhan keluarga personel Polri yang sempat mengungsi di luar ruangan. Pasca-guncangan gempa utama, sebagian besar penghuni rusun memilih bertahan di tenda-tenda darurat untuk menghindari risiko gempa susulan.
Meski kini warga telah kembali ke hunian masing-masing, dampak paparan cuaca malam di area terbuka menyisakan potensi gangguan kesehatan yang serius.
Cegah ISPA dan Bentengi Imunitas Warga
Tim Medis Sidokkes diterjunkan langsung ke kompleks rusun untuk memberikan intervensi medis secara proaktif. Langkah ini difokuskan pada tindakan preventif guna menekan potensi wabah penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), demam tinggi, kelelahan fisik, hingga pemulihan kecemasan trauma pasca-bencana.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan pentingnya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan keluarga besar Polri, khususnya anak-anak yang paling rentan selama berada di pengungsian.
"Kami bergerak cepat melakukan tindakan pencegahan dini. Warga penghuni rusun, terutama anak-anak dan lansia, sempat mengungsi di tenda luar ruangan sehingga sangat rentan terpapar ISPA maupun penurunan daya tahan tubuh," kata AKBP Christian saat dikonfirmasi pada Jumat sore.
AKBP Christian menambahkan bahwa kehadiran tim medis merupakan bentuk komitmen jajaran kepolisian dalam menjamin kesejahteraan dan imunitas warga di area terdampak.
"Melalui pelayanan ini, kami pastikan kebutuhan medis dan imunitas mereka terpenuhi secara maksimal agar tidak timbul masalah kesehatan lanjutan," tegas Kapolres.
Prioritas Kelompok Rentan dan Balita
Dalam pelaksanaannya, tim medis memprioritaskan pemeriksaan pada kelompok rentan, mulai dari bayi, balita, anak-anak, hingga warga lanjut usia. Selain pemeriksaan fisik umum dan pengukuran tekanan darah (tensi), petugas medis juga mengukur tumbuh kembang balita lewat penimbangan berat badan guna memantau status gizi anak di tengah situasi tanggap darurat.
Tak hanya pemeriksaan, petugas turut mendistribusikan obat-obatan rawat jalan simptomatik serta suplemen multivitamin penunjang imun tubuh. Di saat bersamaan, tim medis memberikan layanan konseling trauma ringan dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kehadiran tim kesehatan disambut hangat dan lega oleh para penghuni rusun. Maria (30), salah seorang ibu rumah tangga yang mendampingi buah hatinya berobat, mengaku sangat terbantu dengan penanganan medis langsung ke kompleks tempat tinggal mereka.
"Kondisi anak-anak sempat cemas dan batuk-batuk karena sebelumnya berada di tenda darurat. Penanganan langsung seperti penimbangan balita dan pemberian vitamin ini sangat membantu menenangkan kami para ibu," ujar Maria.
Pemantauan Berkala 3x24 Jam
Sebagai langkah penanganan berkelanjutan, Sidokkes Polres Manggarai Barat tidak hanya berhenti pada pemeriksaan satu hari. Pihaknya menetapkan skema pemantauan kesehatan berkala (follow-up) bagi seluruh warga rusun dalam kurun waktu 3x24 jam ke depan.
Selain itu, Posko P3K dan pasokan obat-obatan darurat juga telah disiagakan di area rusun untuk merespons dengan cepat jika terdapat warga yang membutuhkan penanganan medis susulan.**#
Humas Polres Manggarai Barat

