Sambut Hari Bhayangkara ke-80: Polres Mabar Bersama TNI dan Pemda Bersihkan Sampah di Labuan Bajo

Sambut Hari Bhayangkara ke-80: Polres Mabar Bersama TNI dan Pemda Bersihkan Sampah di Labuan Bajo

Tribratanewsmanggaraibarat.com-​Labuan Bajo - Pagi baru saja merekah di Labuan Bajo ketika ratusan personel gabungan bersenjatakan sapu, karung sampah, dan sekop mulai menyisir kawasan pesisir Waterfront Marina, Jumat (26/6/2026).

Di bawah langit cerah destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) ini, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat bersama TNI, Pemerintah Daerah, komunitas lingkungan, hingga wisatawan asing turun langsung ke lapangan. Mereka melakukan aksi nyata menyambut Hari Bhayangkara ke-80.

Aksi bersih pantai ini bukan sekadar seremonial bersih-bersih biasa. Di tengah sorotan dunia terhadap Labuan Bajo sebagai gerbang pariwisata premium Indonesia, kebersihan ruang publik pesisir merupakan taruhan besar bagi citra bangsa di kancah internasional.

Tepat pukul 07.30 Wita, kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Area Plaza Waterfront Marina. Dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., aksi ini menjadi representasi kuat dari solidnya sinergitas lintas sektoral di ujung barat Pulau Flores tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran unsur Forkopimda Kabupaten Manggarai Barat serta Pejabat Utama (PJU) Polres Manggarai Barat.

Komitmen Nyata Polri Presisi untuk Pariwisata Berkelanjutan

Kapolres Manggarai Barat menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat harus membawa dampak ekologis yang konkret. Semangat "Polri Presisi" kali ini diterjemahkan lewat kepedulian mendalam terhadap kelestarian lingkungan hidup.

"Labuan Bajo adalah halaman depan Indonesia di mata dunia. Menjaga keindahannya bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab kolektif kita bersama. Melalui aksi ini, kami ingin memastikan bahwa menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Manggarai Barat tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga aktif merawat ekosistem pariwisata yang berkelanjutan," ujar AKBP Christian usai kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi horizontal dengan instansi samping dan komunitas lokal merupakan kunci utama dalam memelihara kenyamanan para wisatawan.

"Sinergi yang harmonis antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan komunitas adalah motor penggerak utama. Ketika semua elemen ini bergerak selaras, kenyamanan dan kebersihan destinasi kelas dunia ini pasti akan terus terjaga," tambahnya.

Tiga Zona Taktis: Menyisir Sudut-Sudut Waterfront

Guna memaksimalkan pengumpulan sampah organik maupun non-organik, kekuatan personel gabungan yang dikerahkan dibagi secara taktis. Ratusan personel yang terdiri dari Perwira Staf Polres Mabar, Sat Samapta, Brimob Kompi 1 Yon B Pelopor Polda NTT, prajurit Kodim 1612/Manggarai, Pos AL, Pos AU, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga relawan lingkungan dibagi ke dalam tiga zona pembersihan:

ZONA A (Sektor Pelabuhan & Plaza Utama): Dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Manggarai Barat, tim ini berfokus menyisir sisa-sisa sampah plastik aktivitas pariwisata di sepanjang koridor semen cor Plaza Waterfront dan area dermaga penyeberangan kapal wisata.

ZONA B (Sektor Saluran Air / Drainase): Di bawah komando Kapolsek Komodo, tim ini melakukan aksi fisik mengorek sedimen sampah yang menyumbat aliran air, selokan, dan saluran pembuangan utama guna mengantisipasi bau tidak sedap di sekitar kawasan komersial.

ZONA C (Sektor Pesisir Pantai Bagian Selatan): Dipimpin oleh Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, tim ini berjuang menyisir garis pantai berpasir, mengumpulkan sampah plastik terapung dan sampah kiriman yang terbawa arus laut.

"Kami membagi kekuatan ke dalam tiga sektor utama agar pembersihan lebih efektif. Zona A berfokus menyisir sisa sampah plastik di Plaza Waterfront dan dermaga kapal wisata, Zona B mengorek sedimen sampah yang menyumbat drainase komersial, sementara Zona C menyisir sampah terapung di pesisir pantai bagian selatan," jelas Kapolres Mabar.

Perwira menengah melati dua tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Menurutnya, infrastruktur yang disiapkan pemerintah daerah tidak akan pernah cukup tanpa adanya perubahan perilaku dari masyarakat.

"Pemerintah daerah terus mengoptimalkan armada pengangkutan, namun tanpa kesadaran masyarakat, usaha pemerintah tidak akan pernah cukup. Tolong jangan buang sampah ke sungai atau laut. Mari buang sampah pada tempatnya sebagai investasi masa depan pariwisata berkelanjutan di Manggarai Barat," imbau AKBP Christian.

Kejutan dari Turis Mancanegara: "Kami Ingin Labuan Bajo Tetap Cantik"

Pemandangan menarik dan tidak biasa terlihat di lokasi kegiatan. Di tengah aksi pembersihan, beberapa wisatawan mancanegara yang sedang menikmati jalan pagi di area Waterfront secara spontan memutuskan untuk ikut berbaur. Tanpa ragu, mereka meminta karung sampah dan ikut memunguti sedotan plastik serta botol kemasan yang terselip di sela-sela pasir pantai bersama para polisi dan relawan serta masyarakat.

Benjamin (40), seorang wisatawan asal Jerman yang ikut mengotori tangannya demi menyisir pantai, mengungkapkan kekagumannya terhadap aksi gotong royong ini.

"Sangat menakjubkan melihat polisi, tentara, dan masyarakat lokal bekerja bersama-sama membersihkan tempat ini. Kami sangat mencintai Labuan Bajo, keindahan alamnya luar biasa. Kami merasa senang bisa memberikan kontribusi kecil pagi ini untuk menjaga tempat ini tetap cantik dan bersih," ujar Benjamin dengan senyum lebar sembari memasukkan botol plastik ke dalam karung.

300 Kilogram Sampah Berhasil Diamankan

Kerja keras yang berlangsung hingga pukul 11.00 Wita tersebut membuahkan hasil signifikan. Sebanyak kurang lebih 300 kilogram sampah—didominasi oleh plastik sekali pakai, botol kemasan, kayu lapuk, hingga sisa jaring ikan yang rusak—berhasil dikumpulkan dari ketiga zona taktis.

Seluruh sampah yang terkumpul langsung diangkut menggunakan armada truk kebersihan milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Warloka untuk diproses lebih lanjut.

Dampak dari gerakan ini pun menuai apresiasi tinggi dari masyarakat. Andriansyah (35) mengutarakan bahwa inisiatif institusi kepolisian ini memberikan dampak edukasi visual yang luar biasa bagi publik.

"Langkah kolaboratif yang diinisiasi oleh Polres Manggarai Barat bersama TNI dan Pemda ini patut diacungi jempol. Ini adalah visualisasi kampanye edukasi yang sangat kuat bagi masyarakat pesisir, pelaku usaha, dan wisatawan yang datang. Kami berharap aksi seperti ini terus berlanjut secara konsisten, karena urusan kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama," ungkap Andriansyah, salah satu warga setempat yang ikut memeras keringat di lokasi aksi.

Melalui keringat dan kerja keras lintas sektoral serta partisipasi tak terduga dari dunia internasional, perayaan Hari Bhayangkara ke-80 di Manggarai Barat berhasil meninggalkan jejak ekologis yang mendalam. Waterfront Marina kini tampak jauh lebih bersih, rapi, dan siap menyambut para petualang dari berbagai belahan dunia dengan wajah terbaiknya.**#