Tangani Bentrokan Sengketa Lahan di Boleng Secara Objektif, Polres Mabar Dapat Apresiasi Masyarakat
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Penanganan kasus bentrokan terkait sengketa tanah di kawasan Lengkong Warang, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini memasuki babak baru.
Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat secara resmi menaikkan penanganan perkara tersebut ke tahap penyelidikan (lidik) guna mengusut tuntas akar permasalahan yang memicu bentrok antar warga.
Langkah penanganan hukum yang dinilai terukur, objektif, dan tidak terburu-buru ini menuai gelombang apresiasi positif dari masyarakat, khususnya para pengguna media sosial (warganet). Kepolisian dinilai mengedepankan pendekatan komprehensif ketimbang aksi represif spontan di lapangan.
11 Saksi Diperiksa, Dua Laporan Polisi Diproses
Peristiwa bentrokan fisik yang pecah pada Rabu (29/7/2026) lalu tersebut secara resmi ditangani kepolisian setelah perwakilan Masyarakat Adat Mbehal melayangkan 2 (dua) Laporan Polisi (LP) terpisah di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Manggarai Barat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Manggarai Barat bergerak cepat mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Hingga saat ini, penyidik Satreskrim telah menginterogasi sedikitnya 11 orang saksi yang mengetahui langsung peristiwa tersebut. Selain itu, kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa kendaraan yang tertinggal di lokasi bentrokan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Apresiasi Publik dan Sorotan Warganet
Sikap netral dan profesional yang ditunjukkan aparat dalam mengurai konflik pertanahan ini mendapat respons hangat dari masyarakat luas. Mayoritas tanggapan publik di platform digital memberikan sentimen positif atas ketenangan penyidik dalam mendalami konstruksi perkara.
Salah satu tanggapan publik yang menarik perhatian datang dari akun Facebook milik Alfred Artha. Dalam kolom komentar unggahan siaran pers resmi kepolisian, ia menekankan pentingnya pengungkapan aktor intelektual di balik konflik tersebut.
"Mantap Polres Mabar. Jangan terhasut salah satu pihak yang merasa paling benar. Polisi harus berada di tengah dan harus melihat masalah dari akarnya. Tidak mungkin ada pengrusakan dan pembakaran kalau tidak ada aksi awal yang memicu masalah tersebut. Dalam hal ini Polres Mabar sudah benar dengan tidak tergesa-gesa untuk melakukan penangkapan dan penahanan," tulis Alfred.
Ia juga mendorong kepolisian menelusuri pemicu ketegangan yang kembali mengemuka setelah sekian lama relatif aman.
"Polres Mabar harus bisa juga melihat dan mencari tahu siapa provokator dan dalang yang sebenarnya. Karena dari dulu mereka yang bertikai aman-aman saja, tapi kenapa berapa tahun terakhir ini ada saja masalahnya. Polres Mabar harus berani tangkap provokator-provokator ini agar ke depannya tidak ada lagi masalah serupa," tegasnya.
Kapolres Mabar: Support Warganet Jadi Energi Moril Penegakan Hukum
Menanggapi besarnya dukungan serta kepercayaan publik yang mengalir di media sosial, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat.
AKBP Christian menegaskan bahwa seluruh masukan dan dorongan dari publik menjadi komitmen moral bagi jajarannya untuk menuntaskan perkara secara transparan dan akuntabel.
"Apresiasi dan dorongan dari masyarakat di media sosial merupakan bukti kepercayaan publik yang sangat berharga bagi kami. Hal ini menjadi energi moril positif bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas penegakan hukum yang adil dan transparan," tegas Kapolres Mabar dalam keterangannya, Jumat (7/8) sore.
Lebih lanjut, Mantan Danyon A Resimen III Pasukan Pelopor Korbrimob Polri tersebut mengimbau agar warga masyarakat, khususnya di kawasan Kecamatan Boleng dan sekitarnya, tetap menjaga kondusifitas lingkungan serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian, memelihara kedamaian, serta tidak menyebarkan informasi spekulatif yang berpotensi memicu kerawanan baru di tengah masyarakat," imbaunya menutup pernyataan.
Polres Manggarai Barat memastikan proses penyelidikan akan terus berjalan profesional dengan menelaah seluruh bukti fisik serta keterangan para saksi guna menentukan langkah hukum selanjutnya secara tepat dan berkeadilan.**#
Humas Polres Manggarai Barat

