Pulihkan Trauma Pasca-Gempa Flores, Polres Manggarai Barat Gelar Terapi USEFT Bagi Siswa SDK Sta. Yosefa

Pulihkan Trauma Pasca-Gempa Flores, Polres Manggarai Barat Gelar Terapi USEFT Bagi Siswa SDK Sta. Yosefa
Pulihkan Trauma Pasca-Gempa Flores, Polres Manggarai Barat Gelar Terapi USEFT Bagi Siswa SDK Sta. Yosefa
Pulihkan Trauma Pasca-Gempa Flores, Polres Manggarai Barat Gelar Terapi USEFT Bagi Siswa SDK Sta. Yosefa
Pulihkan Trauma Pasca-Gempa Flores, Polres Manggarai Barat Gelar Terapi USEFT Bagi Siswa SDK Sta. Yosefa
Pulihkan Trauma Pasca-Gempa Flores, Polres Manggarai Barat Gelar Terapi USEFT Bagi Siswa SDK Sta. Yosefa
Pulihkan Trauma Pasca-Gempa Flores, Polres Manggarai Barat Gelar Terapi USEFT Bagi Siswa SDK Sta. Yosefa

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Memasuki Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pascabencana gempa bumi tektonik, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat menggelar aksi pendampingan psikososial bagi ratusan siswa di SDK Sta. Yosefa Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (7/9/2026).

‎Langkah intervensi mental ini menggabungkan program Trauma Healing dengan metode terapi Universal Spiritual Emotional Freedom Technique (USEFT) guna melepaskan rasa cemas dan ketakutan berlebih yang membayangi anak-anak pascagempa.

‎Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak boleh berfokus pada pilar fisik semata, seperti evakuasi dan penyaluran bahan pangan, melainkan juga harus menyentuh aspek kesehatan mental masyarakat.

‎"Anak-anak adalah kelompok rentan yang paling merasakan dampak psikologis saat krisis terjadi. Melalui pendampingan psikososial dan terapi USEFT ini, kami ingin membantu melepaskan ketegangan fisik maupun kecemasan mereka," ujar AKBP Christian Kadang di Labuan Bajo, Senin (7/9/2026).

‎Ia menambahkan, kehadiran aparat kepolisian di lingkungan sekolah bertujuan menghadirkan ruang aman dan memulihkan keceriaan para murid.

‎"Target utama kami adalah mengembalikan keceriaan dan rasa aman agar mereka siap belajar kembali tanpa dibayangi rasa takut," tambahnya.

Sentuhan Terapi Meridian dan Edukasi Keselamatan

‎Suasana riang dan hangat mewarnai halaman SDK Sta. Yosefa sejak pagi hari. Tim gabungan Polres Manggarai Barat mengawali kegiatan dengan serangkaian aktivitas interaktif, seperti ice breaking, permainan edukatif, bernyanyi bersama, serta pembagian bingkisan hiburan.

‎Memasuki sesi terapi inti, para personel kepolisian membimbing siswa melakukan tapping atau ketukan ringan pada titik-titik meridian tubuh. Metode USEFT ini memadukan stimulasi fisik halus dengan afirmasi spiritual positif yang dikemas secara sederhana agar mudah diikuti oleh anak-anak sekolah dasar.

‎Tak hanya pemulihan trauma, jajaran Unit Kamsel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Manggarai Barat turut menyisipkan materi safety education (edukasi keselamatan). Para murid dibekali panduan praktis dan simulasi mandiri mengenai langkah-langkah penyelamatan diri jika gempa susulan terjadi saat KBM berlangsung.

‎"Tidak hanya fokus pada pemulihan trauma, tim juga membekali para siswa dengan panduan praktis penyelamatan diri guna mengantisipasi risiko gempa susulan di lingkungan sekolah," terang AKBP Christian.

Apresiasi Pihak Sekolah dan Rencana Penjangkauan

‎Inisiatif kepolisian tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak pengelola sekolah. Kepala SDK Sta. Yosefa, Sr. Apoloris Imun, SSpS., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas perhatian tanggap darurat jiwa yang diberikan kepolisian kepada anak didik mereka.

‎"Kehadiran Bapak dan Ibu Polisi hari ini sangat berarti bagi kami. Anak-anak yang sebelumnya cemas dan takut kembali ke sekolah kini terlihat gembira dan antusias," ungkap Sr. Apoloris Imun.

‎Menurut Sr. Apoloris, intervensi ini secara langsung mengembalikan motivasi belajar anak-anak pascaguncangan gempa.

‎"Pendampingan ini benar-benar mengembalikan rasa percaya diri dan keceriaan mereka untuk kembali beraktivitas," lanjutnya.

‎Melihat dampak positif yang signifikan pada hari pertama KBM ini, Polres Manggarai Barat merencanakan aksi penjangkauan (outreach) pemulihan trauma ke sejumlah sekolah dasar lainnya di wilayah hukum Manggarai Barat yang terdampak gempa bumi.

‎"Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait guna memantau perkembangan psikologis anak-anak secara berkala," pungkas Kapolres Manggarai Barat.**#