Pawai Festival Golo Koe 2026, Polres Manggarai Barat Terapkan Sistem Contra Flow di 8 Titik Vital Labuan Bajo

Pawai Festival Golo Koe 2026, Polres Manggarai Barat Terapkan Sistem Contra Flow di 8 Titik Vital Labuan Bajo

Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas selama pelaksanaan agenda pawai keagamaan dan kebudayaan Festival Golo Koe 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Manggarai Barat secara resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem contra flow (arus berlawanan) pada Rabu (12/8/2026).

‎Penerapan rekayasa jalan ini mulai diberlakukan secara efektif tepat pukul 14.00 Wita hingga seluruh rangkaian kegiatan pawai selesai. Skema ini membentang di sepanjang koridor utama pusat kota dan kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo, mulai dari area Kantor Tata Ruang Kabupaten Manggarai Barat hingga pusat kuliner Kampung Ujung.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., melalui Kasat Lantas AKP I Made Supartha Purnama, S.Sos. menegaskan bahwa langkah taktis ini diambil berlandaskan amanat UU Kepolisian No. 5 Tahun 2026, tentang perubahan ketiga atas UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

‎"Festival Golo Koe merupakan agenda besar kemasyarakatan dan keagamaan yang menyedot perhatian serta antusiasme tinggi, baik dari warga lokal maupun wisatawan nusantara dan mancanegara. Tugas utama kami adalah memastikan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) tetap terjaga dengan baik tanpa mengganggu mobilitas vital masyarakat," ujar Kasat Lantas dalam keterangannya, Rabu pagi.

Pengerahan Personel dan Pemetaan Rute Contra Flow

‎Puluhan personel gabungan dari Polres Manggarai Barat, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP akan dikerahkan ke titik-titik simpul rawan kemacetan.

Sistem contra flow dan alur arus bergantian diterapkan secara intensif pada 8 (delapan) titik strategis yang menjadi urutan rute utama, yaitu:

Depan Kantor Tata Ruang Kabupaten Manggarai Barat, Depan Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, Depan Kantor Balai Taman Nasional Komodo (TNK), Pertigaan Sunrise, Pos Lantas BNI, Ruas Jalan Soekarno Hatta Bawah, Kawasan Waterfront Labuan Bajo dan Kawasan Kuliner Kampung Ujung.

‎"Setiap persimpangan dan titik rawan penumpukan kendaraan telah kami tempatkan personel pengatur arus. Arah lalu lintas di jalur contra flow ini diatur secara bergantian dan dinamis mengikuti ritme pergerakan kendaraan serta kepadatan pengunjung festival di lapangan," jelas AKP Parta.

Prioritas Akses Kendaraan Darurat dan Rute Alternatif

Selain memecah penumpukan arus pengunjung festival, pihak kepolisian memberikan perhatian khusus pada aksesibilitas layanan kesehatan mendesak. Titik-titik krusial seperti ruas jalan di depan Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo dan Pertigaan Hotel Sunrise mendapat pengawasan ketat agar tidak terhambat oleh antrean kendaraan.

‎"Fokus kami tidak hanya pada kelancaran acara, tetapi yang paling utama adalah keselamatan jiwa masyarakat. Jalur darurat untuk ambulans dan kendaraan kegawatdaruratan medis menuju rumah sakit kami jamin tetap terbuka dan menjadi prioritas utama tanpa hambatan," tegas Kasat Lantas.

Sementara itu, bagi masyarakat umum atau pengguna jalan yang tidak memiliki kepentingan langsung menghadiri rangkaian kegiatan Festival Golo Koe, petugas mengimbau agar dapat memanfaatkannya rute-rute alternatif.

‎"Kami mengimbau secara persuasif kepada masyarakat yang sekadar melintas untuk mencari dan menggunakan rute alternatif. Pengalihan ini sangat penting guna menghindari penumpukan volume kendaraan di sepanjang koridor utama festival," tambahnya.

Manajemen Parkir dan Pesan Keselamatan Berkendara

‎Guna mencegah penyempitan badan jalan akibat parkir liar, Satlantas Polres Mabar bekerja sama dengan Dishub Manggarai Barat menerapkan tata kelola perparkiran (parking management) terpadu. Pengunjung diimbau untuk memarkirkan kendaraan secara tertib di area-area parkir resmi yang telah ditentukan oleh petugas.

‎Di samping pengaturan fisik lalu lintas, pihak kepolisian juga terus memberikan imbauan tertib berlalulintas secara berkala melalui pengeras suara di lapangan dan kanal resmi media sosial.

"Kami meminta seluruh pengguna jalan untuk senantiasa tenang, bersabar, mematuhi petunjuk arah serta rambu temporary yang terpasang, dan selalu mengikuti instruksi petugas kami di lapangan. Jangan memaksakan diri melintas jika jalur sedang mengalami kepadatan," imbau Ajun komisaris polisi itu.

‎"Keselamatan adalah cermin budaya bangsa. Kami ingatkan kembali agar seluruh pengendara wajib mengutamakan keselamatan dengan selalu menggunakan helm berstandar SNI, memakai sabuk pengaman, mematuhi batas kecepatan, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara. Mari kita ciptakan iklim lalu lintas yang aman, tertib, dan kondusif demi suksesnya Festival Golo Koe 2026," tuturnya.

Pemantauan Berkelanjutan

‎Hingga saat ini, situasi lalu lintas di sepanjang 8 titik pemantauan utama dilaporkan aman, lancar, dan terkendali. Petugas gabungan akan terus bersiap di lapangan hingga rangkaian acara malam hari selesai dan arus lalu lintas kembali dinormalisasi.**#