Merajut Tali Asih di Labuan Bajo: Saat Polres Manggarai Barat Mengetuk Pintu Para Pendahulu

Merajut Tali Asih di Labuan Bajo: Saat Polres Manggarai Barat Mengetuk Pintu Para Pendahulu

Tribratanewsmanggaraibarat.com-​Labuan Bajo - Hangat mentari pagi menyelimuti Labuan Bajo, kota pariwisata super prioritas, pada Kamis (25/6/2026). Di tengah kesibukan mempersiapkan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan jatuh pada 1 Juli mendatang, Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat memilih sejenak melangkah keluar dari rutinitas kedinasan. Mereka bergerak menunaikan sebuah misi moral yang sarat nilai luhur: menghormati sejarah dan merawat ingatan terhadap para perintisnya.

Dipimpin langsung oleh Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai Barat, Ny. Keken Kadang, rombongan kepolisian menyisir sudut-sudut kota. Mereka mendatangi satu per satu kediaman para Purnawirawan (pensiunan Polri) dan Warakawuri (janda anggota Polri) dalam aksi sosial bertajuk Anjangsana.

Bagi Polres Manggarai Barat, kegiatan ini bukan sekadar formalitas seremonial atau bagi-bagi bantuan sosial. Ini adalah ketukan pintu penuh takzim—sebuah ruang temu antargenerasi dan jembatan emosional yang menegaskan bahwa mereka yang telah purna tugas tidak akan pernah dilupakan oleh korps yang pernah mereka besarkan.

Menjaga Tali Jiwa, Menghargai Fondasi Sejarah

Tepat pukul 09.30 Wita, halaman Markas Komando (Mako) Polres Manggarai Barat telah dipadati oleh puluhan personel, pengurus Bhayangkari, dan jajaran Pejabat Utama (PJU). Setelah menerima arahan singkat dalam apel persiapan, logistik berupa paket sembako dan tali asih segera dimuat ke dalam armada.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Christian Kadang menegaskan bahwa pengabdian Polri hari ini tidak berdiri di ruang hampa. Di balik kepercayaan publik yang dinikmati kepolisian saat ini, ada cucuran keringat, dedikasi, dan pengorbanan tanpa pamrih dari para pendahulu.

"Anjangsana ini adalah wujud takzim dan penghormatan tulus kami kepada para sesepuh, purnawirawan, dan warakawuri," ujar AKBP Christian dengan nada takzim.

"Kami ingin memastikan bahwa di momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, beliau-beliau tetap merasakan kehangatan sebagai bagian utuh dari keluarga besar Polres Manggarai Barat. Jasa mereka dalam menjaga kamtibmas di masa lalu adalah suluh penerang bagi kami yang masih aktif berdinas hari ini," tambahnya.

Kehadiran jajaran Bhayangkari di lapangan, menurut Christian, juga merefleksikan bahwa hubungan kekeluargaan di tubuh Polri bersifat mengikat dan abadi.

"Kami tidak hanya mengantarkan bantuan fisik, tetapi membawa doa, rasa hormat, dan komitmen kuat untuk terus menjaga silaturahmi ini tanpa putus," tegasnya.

Bergerak Serentak dalam Tujuh Sektor

Guna memastikan seluruh sasaran dapat dikunjungi secara personal, efektif, dan efisien, Polres Manggarai Barat membagi tim menjadi tujuh rombongan yang bergerak serentak ke berbagai wilayah di Labuan Bajo.

Rombongan pertama dipimpin langsung oleh Kapolres Mabar, AKBP Christian Kadang, S.I.K., bersama istri. Mereka menyambangi kediaman sesepuh Polri, AKBP (Purn.) Lorens Edward Hello, serta sejumlah keluarga Warakawuri di area perkotaan.

Sementara itu, rombongan kedua bergerak di bawah komando Wakapolres Kompol Martinus Pake, S.H., M.H., mendatangi kediaman Bapak M. Nur Menge, Bapak Wahab, Ibu Syahrir Ahmad, dan Ibu Usman Kahar.

Di sektor lain, Kabag Ops Kompol I Wayan Merta memimpin rombongan ketiga untuk mengunjungi Bapak Servas Wangga, Bapak Selis Kleden, dan Ibu Jalesy. Adapun rombongan keempat hingga ketujuh, yang dipimpin oleh para Kasat dan Kabag, menyisir titik-titik lainnya untuk memastikan belasan purnawirawan dan warakawuri mendapatkan sentuhan kepedulian yang sama.

"Pendekatan door-to-door ini sengaja kami pilih agar kami bisa berdialog langsung secara santai, mendengarkan keluh kesah, serta memantau langsung kondisi kesehatan para purnawirawan dan warakawuri di masa tua mereka," jelas Kapolres Christian.

Air Mata Haru Sang Pelopor

Suasana haru tak membendung saat rombongan pertama tiba di kediaman AKBP (Purn.) Lorens Edward Hello. Langkah kaki Kapolres Mabar beserta istri disambut senyum hangat dan jabat tangan erat yang bergetar dari sang purnawirawan senior. Bagi para sesepuh, kehadiran polisi aktif berpakaian dinas lengkap seolah memanggil kembali memori masa perjuangan mereka puluhan tahun silam.

"Saya sungguh terharu dan tidak menyangka Bapak Kapolres dan Ibu mau meluangkan waktu datang langsung ke rumah sederhana kami," ungkap pria yang akrab disapa Bapak Buce Hello ini dengan mata berkaca-kaca.

"Di usia senja seperti ini, dikunjungi oleh anak-anak kami yang masih aktif berdinas adalah kebahagiaan batin yang tidak bisa dinilai dengan materi," lanjutnya.

Perhatian konsisten yang ditunjukkan oleh jajaran Polres Manggarai Barat membuat pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Manggarai Barat pertama ini merasa tetap diakui dan dihormati oleh institusi berbaju cokelat tersebut.

"Terima kasih atas kepedulian dan tali asih ini. Kami selalu berdoa agar di Hari Bhayangkara ke-80, Polri—khususnya Polres Manggarai Barat—semakin dicintai masyarakat, semakin profesional, dan selalu berada dalam lindungan Tuhan saat menjalankan tugas," tutur Bapak Buce dengan emosional.

Misi Kemanusiaan yang Abadi

Tepat pukul 11.55 Wita, seluruh rangkaian distribusi bantuan sosial dan silaturahmi dari ketujuh rombongan tersebut rampung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Paket sembako serta tali asih telah mendarat dengan selamat di tangan para penerima.

Bagi jajaran Polres Manggarai Barat, keberhasilan kegiatan ini tidak diukur dari angka atau seberapa banyak bantuan fisik yang tersalurkan. Indikator kesuksesan yang sesungguhnya adalah senyum kebahagiaan serta suntikan moril yang berhasil mereka hadirkan di wajah para purnawirawan dan warakawuri.

Melalui kegiatan humanis ini, Polres Manggarai Barat membuktikan bahwa merayakan hari jadi tidak melulu soal kemeriahan festival atau perlombaan fisik. Lebih dari itu, ini adalah momen sakral untuk merawat aspek paling mendasar dari Korps Bhayangkara: kemanusiaan, solidaritas, dan rasa hormat yang tak lekang oleh waktu.**#