Hadir hingga Pelosok, Tim Medis Dokkes Polri dan Polsek Lembor Obati Warga Kampung Torok Pasca-Gempa
Tribratanewsmanggaraibarat.com — Labuan Bajo, Bayang-bayang trauma pasca-gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang menggetarkan kawasan Laut Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu masih bersemayam di benak warga Kabupaten Manggarai Barat. Di tengah kecemasan akan potensi gempa susulan dan keterbatasan fasilitas medis darurat, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus bergerak menyisir pemukiman penyintas.
Pada Kamis (20/8/2026), giliran Kampung Torok di Desa Pong Majok, Kecamatan Lembor, yang menjadi fokus aksi kemanusiaan. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Dokkes Polri berkolaborasi dengan Polsek Lembor serta tenaga medis dari Puskesmas Wae Nakeng untuk menggelar pelayanan kesehatan lapangan dan pemulihan medis (medical recovery) secara langsung di pemukiman warga.
Sinergi Mako dan Penyiapan Armada Medis
Rangkaian aksi tanggap darurat ini diawali pada pukul 11.00 WITA saat Tim DVI Dokkes Polri yang dipimpin oleh Kompol Hastanto mendarat di Mako Polsek Lembor. Kedatangan tim disambut langsung oleh Kapolsek Lembor, IPDA Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P.
Sebelum meluncur ke lokasi terdampak, koordinasi intensif dilakukan untuk memetakan titik-titik rentan dan kebutuhan riil masyarakat. Tidak hanya berfokus pada warga, Tim DVI turut menyerahkan paket asupan vitamin dan suplemen bagi personel kepolisian di lapangan guna menjaga daya tahan tubuh mereka selama menjalankan misi kemanusiaan.
Tepat pukul 11.30 WITA, rombongan bergerak menggunakan kendaraan dinas operasional menembus rute darat menuju Kampung Torok, Desa Pong Majok.
Posko Kesehatan Darurat di Kampung Torok
Setibanya di lokasi pada pukul 11.50 WITA, tim gabungan yang terdiri dari spesialis forensik IPTU dr. Dika, Sp.F, dokter gigi IPTU drg. Debby, serta tim nakes Puskesmas Wae Nakeng langsung mendirikan posko pelayanan kesehatan darurat. Antusiasme warga penyintas terlihat saat mereka mendatangi titik pelayanan medis tersebut.
Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, suhu tubuh, hingga denyut nadi. Selain itu, tim medis memberikan konsultasi gratis dan mendistribusikan obat-obatan serta suplemen.
Ketua Tim DVI Dokkes Polri, Kompol Hastanto, menegaskan bahwa kehadiran tim medis Polri di daerah terdampak merupakan komitmen untuk memastikan kualitas hidup penyintas tetap terjaga di tengah situasi krisis.
"Misi kami di sini tidak hanya berfokus pada pemetaan, tetapi yang paling utama adalah memastikan denyut kehidupan dan kesehatan warga penyintas tetap terjaga. Gempa bermagnitudo 7,7 lalu menyisakan trauma fisik maupun psikologis. Melalui sinergi bersama Polsek Lembor dan Puskesmas Wae Nakeng, kami ingin memastikan negara hadir memberikan pelayanan medis langsung di titik-titik pengungsian," ujar Kompol Hastanto di lokasi kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, dokter spesialis forensik Tim DVI, IPTU dr. Dika, Sp.F, menjelaskan pola penyakit yang mendominasi para pengungsi pasca-bencana.
"Sebagian besar warga yang kami periksa mengeluhkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi akibat stres pasca-trauma, pegal linu, serta beberapa luka ringan akibat benturan saat gempa terjadi. Pemberian obat-obatan, terapi suportif, serta vitamin sangat krusial untuk mencegah penurunan imun tubuh warga di tenda darurat," terang IPTU dr. Dika.
Senyum Harapan Warga dan Jaminan Keamanan
Kehadiran tim gabungan Polri dan tenaga medis daerah ini disambut hangat oleh warga Kampung Torok. Salah seorang penyintas mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan jemput bola ini, mengingat akses menuju fasilitas kesehatan permanen cukup terbatas pasca-gempa.
"Kami sangat bersyukur dan merasa tenang atas kedatangan para dokter dari Polri dan Puskesmas Wae Nakeng. Di tengah rasa takut akan gempa susulan dan kondisi fisik yang mulai drop, pemeriksaan dan obat gratis ini sangat meringankan beban kami," ungkap seorang warga Kampung Torok dengan nada haru.
Sementara itu, Kapolsek Lembor IPDA Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P., menekankan bahwa selain aspek kesehatan, kepolisian juga memberikan jaminan keamanan atas harta benda milik warga yang ditinggalkan sementara sewaktu mengungsi.
"Kami menyisir kawasan terdampak untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terlayani. Selain mendampingi tim medis, personel Bhabinkamtibmas kami siagakan untuk melakukan patroli dialogis secara berkala di pemukiman warga guna mencegah potensi gangguan kamtibmas maupun tindak kejahatan saat rumah dalam keadaan kosong," tegas IPDA Vinsen.
Keberlanjutan Pengawasan Pasca-Pelayanan
Setelah merampungkan seluruh pelayanan kesehatan bagi puluhan warga di Kampung Torok hingga pukul 14.50 WITA, Tim DVI Dokkes Polri bertolak dari wilayah Lembor untuk melanjutkan misi kemanusiaan serupa ke Kecamatan Kuwus Barat dan Kecamatan Kuwus.
Kendati tim pusat bergeser, penanganan di Desa Pong Majok dipastikan tetap berkelanjutan. Polsek Lembor melalui Bhabinkamtibmas terus berkoordinasi dengan Puskesmas Wae Nakeng untuk memantau perkembangan kesehatan penyintas yang membutuhkan perawatan lanjutan, serta memastikan ketersediaan logistik obat-obatan di posko-posko desa tetap terpenuhi.**#
Humas Polres Manggarai Barat

