Sesuai Standar DVI Interpol, Polisi Kembali Berhasil Identifikasi Jenazah KM. Putri Sakinah

Sesuai Standar DVI Interpol, Polisi Kembali Berhasil Identifikasi Jenazah KM. Putri Sakinah

Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur memastikan bahwa satu jenazah yang ditemukan Tim SAR Gabungan di Perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, telah teridentifikasi secara ilmiah dan profesional melalui prosedur Disaster Victim Identification (DVI) sesuai standar Interpol.

Jenazah tersebut ditemukan pada Minggu (4/1/2026) pagi, saat operasi pencarian hari ke-10 korban tenggelamnya kapal wisata KM. Putri Sakinah.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh Tim DVI Biddokkes Polda NTT, dengan membandingkan data ante mortem (AM) dari keluarga dan kedutaan, serta data post mortem (PM) hasil pemeriksaan medis forensik.

"Identifikasi dilakukan dengan sangat hati-hati, mengedepankan prinsip ilmiah dan kemanusiaan. Tim DVI mengumpulkan dan mencocokkan data primer dan sekunder sesuai protokol Interpol," jelas Kabid Humas Polda NTT.

Kombes Pol. Henry menuturkan, meskipun data primer seperti sidik jari tidak dapat digunakan secara optimal akibat kondisi jenazah, Tim DVI berhasil memperoleh kecocokan kuat pada sejumlah data sekunder, baik fisik maupun properti yang melekat pada korban.

"Ditemukan kesesuaian antara data ante mortem dan post mortem, antara lain jenis kelamin pria dewasa, tinggi badan, ciri khusus berupa tato, serta properti personal seperti cincin dan jam tangan. Seluruh temuan tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sesuai standar DVI Interpol, identifikasi korban dapat dinyatakan terkonfirmasi apabila terdapat kecocokan dua atau lebih data sekunder yang kuat, meskipun data primer terbatas.

Saat ini, jenazah berada di fasilitas kesehatan di Labuan Bajo untuk penanganan lanjutan, sembari menunggu proses koordinasi pemulangan ke negara asal bersama pihak keluarga dan perwakilan kedutaan.

Polda NTT menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, serta memastikan bahwa operasi pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan.

"Kami mohon doa dan dukungan masyarakat. Apabila ada informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan pencarian, agar segera disampaikan kepada petugas atau posko SAR," ungkap Kombes Pol. Henry.

Diketahui, kapal wisata bernama Putri Sakinah dengan tipe Kapal Motor (KM) yang berukuran 27 Gross Tonnage (GT) itu mengangkut sebanyak 11 orang penumpang, terdiri dari 6 wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata dan 4 anak buah kapal (ABK) termasuk Kapten kapal.

Hingga saat ini, total korban yang ditemukan meninggal dunia akibat tenggelamnya KM. Putri Sakinah ialah sebanyak 2 orang. Kemudian 7 korban ditemukan selamat dan 2 lainnya masih dalam upaya pencarian.

KM. Putri Sakinah tenggelam saat berlayar dari Pulau Kambing menuju Pulau Komodo, tepatnya di Selat Padar. Cuaca buruk disertai gelombang tinggi menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal naas tersebut.

Kapal naas itu tenggelam di sebelah barat Pulau Flores pada titik koordinat 08°36'35.26"S - 119°36'42.84"E atau 23 Nautical Mile (Mil Laut) arah Barat dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo.**#