Respons Cepat Keluhan Warga, Polisi Imbau Pemilik Usaha di Labuan Bajo Terkait Parkir Liar

Respons Cepat Keluhan Warga, Polisi Imbau Pemilik Usaha di Labuan Bajo Terkait Parkir Liar

Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Manggarai Barat mengambil langkah progresif dalam menata wajah lalu lintas kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo.

Merespons keresahan warga yang viral di media sosial, petugas melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaku usaha yang membiarkan tamu mereka parkir sembarangan, Rabu (18/02/2026) sore.

Fokus penertiban kali ini menyasar kawasan Jalan Pantai Pede, tepatnya di depan TK Pembina Labuan Bajo. Di lokasi tersebut, aktivitas parkir kendaraan tamu salah satu restoran dilaporkan kerap "memakan" badan jalan dan menyerobot trotoar yang merupakan hak pejalan kaki.

Kasat Lantas Polres Manggarai Barat, AKP I Made Supartha Purnama, S.Sos., yang turun langsung ke lapangan, memberikan edukasi sekaligus peringatan keras kepada pemilik usaha. Ia menegaskan bahwa trotoar adalah fasilitas publik yang tidak boleh dikomersialisasi secara sepihak.

"Kami hadir di sini sebagai bentuk tindak lanjut atas pengaduan masyarakat di media sosial. Kami meminta dengan sangat kepada para pemilik usaha agar bertanggung jawab menyediakan lahan parkir yang memadai bagi tamu mereka," kata AKP Parta saat berdialog dengan pengelola restoran.

Ancaman Keselamatan dan Estetika Kota

Persoalan parkir liar di bahu jalan bukan sekadar urusan keindahan kota di mata wisatawan, namun lebih jauh menyangkut aspek keselamatan nyawa pengguna jalan. AKP Parta menekankan bahwa pembiaran terhadap pelanggaran ini dapat berakibat fatal.

"Jangan sampai kendaraan tamu dibiarkan meluber ke badan jalan, apalagi sampai menutup jalur trotoar yang merupakan hak pejalan kaki. Jika imbauan ini tetap diabaikan, kami tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas sesuai aturan lalu lintas yang berlaku," tegas perwira dengan tiga balok di pundak tersebut.

Petugas di lapangan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya. Dialog yang dibangun bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa kenyamanan Labuan Bajo sebagai destinasi internasional adalah tanggung jawab bersama, termasuk para pelaku usaha.

Komitmen Perbaikan dari Pelaku Usaha

Teguran langsung dari pihak kepolisian ini disambut dengan sikap kooperatif oleh pihak pengelola restoran. Di hadapan petugas, mereka mengakui kekeliruan dalam pengaturan alur kendaraan dan berjanji akan segera melakukan evaluasi total.

"Kami akan segera mengevaluasi dan mengatur ulang alur parkir di area kami agar tidak lagi mengganggu kelancaran arus lalu lintas," ungkap perwakilan pengelola restoran tersebut.

Pasca sidak, arus lalu lintas di sepanjang Jalan Pantai Pede terpantau kembali lega dan kondusif. Meski demikian, kepolisian berjanji akan terus melakukan pemantauan rutin agar pelanggaran serupa tidak terulang kembali.

"Kami akan terus melakukan pemantauan secara rutin guna mencegah terjadinya pelanggaran serupa di masa mendatang. Kami juga berharap kondisi tertib seperti ini dapat diimplementasikan di lokasi-lokasi lainnya," ujar Kasat Lantas.

Ajakan Peran Aktif Masyarakat

Menutup giat penertiban tersebut, AKP Parta mengajak masyarakat untuk menjadi "mata dan telinga" kepolisian. Ia mendorong warga untuk tetap kritis dan segera melaporkan jika menemukan praktik parkir liar yang merugikan publik.

"Kami minta masyarakat juga membantu pihak kepolisian dalam hal melaporkan parkir liar. Segera berikan informasi jika menemukan pelanggaran serupa agar kami bisa segera tindaklanjuti demi kenyamanan bersama," tutur AKP Parta.

Selain itu, ia juga berpesan kepada seluruh warga dan wisatawan agar memiliki kesadaran mandiri dalam berkendara.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memarkir kendaraan di trotoar maupun badan jalan. Mohon gunakan fasilitas parkir yang telah disediakan oleh pemerintah demi ketertiban bersama," pungkasnya.

Langkah Polres Manggarai Barat ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru Bumi Komodo: pariwisata kelas dunia hanya bisa dicapai dengan ketertiban yang berkelas pula.**#