Utamakan Keselamatan, Polres Manggarai Barat Imbau Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo

Utamakan Keselamatan, Polres Manggarai Barat Imbau Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo

Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat, Polda NTT mengimbau pelaku pariwisata menjaga keselamatan dan mewaspadai cuaca buruk.

Imbauan ini dilakukan mengingat, pelayaran kapal wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali dibuka mulai sejak kemarin, Jumat (9/1/2026). Setelah ditutup selama dua pekan.

Diketahui, penutupan total pelayaran kapal wisata di Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) dimulai sejak 29 Desember 2025 lalu.

Penutupan bahkan sudah dimulai sejak 26 Desember 2025 lalu, tapi khusus untuk pelayaran ke Pulau Padar dan Pulau Komodo. Dua destinasi tersebut masuk dalam kawasan TNK.

Penutupan itu dilakukan dengan pertimbangan cuaca buruk berdasarkan pengamatan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.

Penutupan pelayaran itu juga bersamaan dengan pelaksanaan operasi pencarian korban tenggelam KLM Putri Sakinah yang dilakukan oleh Polisi bersama Tim SAR Gabungan.

Kapolres Mabar, AKBP Christian Kadang, S.I.K. mengatakan imbauan tersebut disampaikan kepada pelaku pariwisata, wisatawan dan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut menuju kawasan TNK.

"Imbauan ini diberikan agar pengusaha dan pengguna transportasi laut mengutamakan keselamatan dalam pelayaran. Hindari pemuatan yang melebihi kapasitas," ucap Kapolres Mabar dalam keterangannya, Sabtu (10/1) siang.

AKBP Christian menuturkan pengusaha jasa transportasi laut juga harus memperhatikan kondisi dan kelayakan kapal demi keselamatan penumpang.

"Bagi pelaku pariwisata agar tidak memaksakan aktivitas, jika kondisi tidak aman dan wajib memastikan prosedur keselamatan dijalankan dengan benar," ungkapnya.

Selain pengguna jasa transportasi laut, pihak Polres Manggarai Barat juga mengimbau masyarakat nelayan yang beraktivitas di tengah laut.

"Waspada dengan memperhatikan keadaan cuaca maupun ombak sebelum berlayar. Selalu siapkan alat keselamatan (life jacket), senter, serta logistik cadangan di kapal," tutur Ajun komisaris besar polisi itu.

Kapolres Mabar juga mengimbau nelayan agar selalu bawa alat komunikasi saat berlayar, serta memeriksa kondisi mesin maupun bahan bakar saat melakukan pelayaran.

"Jangan abaikan keselamatan saat berlayar. Pastikan setiap kapal membawa alat komunikasi darurat (HT/ponsel), serta segera kembali ke daratan jika cuaca memburuk," ungkapnya," tegasnya.

Dirinya berharap imbauan ini mendapat perhatian dari pelaku pelayaran sehingga dapat mencegah kecelakaan laut akibat cuaca buruk yang sewaktu-waktu melanda perairan TNK.

"Karena keselamatan pelayaran itu penting mengingat cuaca buruk seperti hujan, angin kencang dan gelombang tinggi yang dapat terjadi kapan saja," ujar Pria kelahiran Toraja itu.

Untuk diketahui, dalam dua pekan terakhir, Perairan TNK, Labuan Bajo kerap bergelombang tinggi dan dilanda cuaca buruk. Akibatnya, terdapat satu unit kapal wisata bernama KLM. Putri Sakinah tenggelam.

"Para nahkoda kapal agar selalu memperbaharui informasi perkiraan cuaca saat melaut. Informasi tersebut dapat diakses melalui https://linktr.ee/stamar.tenau," sebut AKBP Christian.**#