TNI-Polri dan Pemda Mabar Gelar Doa Bersama Untuk Korban KM. Putri Sakinah di Labuan Bajo

TNI-Polri dan Pemda Mabar Gelar Doa Bersama Untuk Korban KM. Putri Sakinah di Labuan Bajo

Tribratanewsmanggaraibarat.com-Labuan Bajo - TNI-Polri dan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat menutup akhir tahun 2025 dengan khidmat. Doa bersama digelar sebagai bentuk empati terhadap para korban KM. Putri Sakinah dan bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.

Kegiatan Doa Bersama dan Apel Pengamanan Malam Tahun Baru 2026 ini digelar di lapangan hitam Mapolres Manggarai Barat, Labuan Bajo, pada Rabu (31/12/2025) kemarin sore. Pembacaan doa lintas agama dilakukan oleh para pemuka agama Islam, Katolik, Kristen, dan Hindu.

Suasana berlangsung khidmat ketika para pemuka agama dari berbagai keyakinan secara bergantian memanjatkan doa, memohon keselamatan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik di tahun mendatang.

Kapolres Mabar, AKBP Christian Kadang, S.I.K. mengatakan doa bersama ini sebagai bentuk rasa empati terhadap korban tenggelamnya kapal wisata di Labuan Bajo pada Jumat (26/12) lalu.

"Walaupun kita berbeda suku, ras hingga negara, namun secara kemanusiaan kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk turut merasakan duka yang dialami keluarga korban KM. Putri Sakinah," kata Kapolres Mabar dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026) siang.

Kapolres Mabar berharap doa yang dipanjatkan dapat menjadi penguat batin bagi keluarga yang ditinggalkan dan seluruh petugas yang sedang bekerja di lapangan, baik dari unsur Polri, TNI, Basarnas, Pemerintah Daerah maupun relawan kemanusiaan.

"Kami berharap doa ini menjadi energi kebersamaan, agar pihak keluarga diberikan ketabahan, serta para petugas di lapangan senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan," tuturnya.

Dirinya juga turut prihatin dan menyampaikan duka cita atas tenggelamnya kapal wisata KM. Putri Sakinah tersebut.

"Saya atas nama pribadi dan Polres Manggarai Barat turut prihatin dan duka cita, semoga para korban segera ditemukan," ungkap Perwira menengah itu.

AKBP Christian menyebut, tahun baru seharusnya menjadi momentum memperkuat nilai kemanusiaan, persatuan, serta kepedulian sosial, bukan sekadar perayaan seremonial.

"Semoga tahun 2026 menjadi tahun yang lebih baik, lebih aman, dan penuh kedamaian. Doa lintas agama ini menjadi simbol bahwa perbedaan bukan penghalang untuk saling mendoakan dan peduli," sebutnya.

Selain aspek spiritual, dirinya juga menegaskan bahwa Polri bersama Tim SAR Gabungan terus berperan aktif dalam upaya pencarian korban KM. Putri Sakinah melalui pengerahan personil serta sarana prasarana pendukung dalam operasi SAR tersebut.

"Hingga saat ini, upaya pencarian terus dilaksanakan secara intensif, dengan mengerahkan peralatan dan kekuatan maksimal demi menemukan para korban dan memberikan kejelasan bagi keluarga yang menunggu dengan penuh harap," ujar Pria kelahiran Toraja itu.

Kapolres Mabar juga menyampaikan proses pencarian korban KM. Putri Sakinah sudah memasuki masa pencarian hari ke tujuh. Sejauh ini, total korban selamat sejumlah 7 orang.

"Sementara itu, setelah ditemukan salah satu korban, total korban yang hilang kini tersisa 3 orang yang belum ditemukan," terangnya.

Diketahui, kapal wisata bernama Putri Sakinah dengan tipe Kapal Motor (KM) yang berukuran 27 Gross Tonnage (GT) itu mengangkut sebanyak 11 orang penumpang, terdiri dari 6 wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata dan 4 anak buah kapal (ABK) termasuk Kapten kapal.

KM. Putri Sakinah tenggelam saat berlayar dari Pulau Kambing menuju Pulau Komodo, tepatnya di Selat Padar. Cuaca buruk disertai gelombang tinggi menjadi penyebab utama tenggelamnya kapal naas tersebut.

Kapal naas itu tenggelam di sebelah barat Pulau Flores pada titik koordinat 08°36'35.26"S - 119°36'42.84"E atau 23 Nautical Mile (Mil Laut) arah Barat dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo.**#